unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › Xiaomi 18 Pro Series Hands-on: Layar Belakang hingga Snapdragon 8 Elite Gen 6
IPTEK

Xiaomi 18 Pro Series Hands-on: Layar Belakang hingga Snapdragon 8 Elite Gen 6

Xiaomi 18 Pro Series dengan layar belakang dan kamera 200MP
Xiaomi 18 Pro Series Hands-on: Layar Belakang hingga Snapdragon 8 Elite Gen 6
A A Ukuran Teks16px

Xiaomi 18 Pro Series resmi dijual lebih awal, meski varian standar Xiaomi 18 baru menyusul tahun depan.

Saat ini hanya Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max yang tersedia di pasaran.

Sekilas tampilannya tidak banyak berubah, tetapi peningkatan sesungguhnya justru tersembunyi di dalam.

Isi Kotak dan Desain

Kedua model dikirim dengan paket aksesori identik, termasuk alat ejektor SIM, buku panduan, casing bening, charger 100W, dan kabel pengisian.

Untuk urusan warna, varian biru disebut sebagai pilihan paling menarik berkat saturasi tinggi, kecerahan rendah, dan aksen partikel putih.

Ada juga edisi transparan 1TB bagi yang menginginkan opsi berbeda.

Xiaomi melakukan sejumlah penyesuaian halus pada seri ini.

Layar belakang kini ditutup kaca datar sehingga lensa kamera tidak lagi menonjol.

Tombol AI khusus akhirnya hadir di sisi perangkat.

Xiaomi 18 Pro Max juga disebut membawa motor getar terbesar yang saat ini ada di ponsel Android.

Xiaomi bahkan menyematkan speaker tambahan di bawah layar belakang Pro Max untuk menangani frekuensi rendah.

Speaker itu juga dapat memakai pembatalan gelombang suara guna menekan kebocoran suara saat panggilan.

Layar, Performa, Kamera, dan Baterai

Layar belakang menjadi salah satu kunci sukses penjualan Xiaomi 17 Pro Series, sehingga fitur itu diteruskan ke generasi 18 Pro.

Wallpaper buatan AI, memelihara hewan virtual, dan mini games masih menjadi fitur yang familiar.

Xiaomi menambahkan fitur baru bernama AI-generated App Cards, yang memungkinkan fungsi apa pun ditempatkan ke layar belakang lewat AI.

Bezel layar utama seri ini dipangkas hingga kurang dari 1mm.

Dimensi model Pro nyaris tidak bertambah, tetapi ukuran layarnya sedikit lebih besar.

Xiaomi 18 Pro Max juga membawa teknologi privasi layar seperti yang diperkenalkan Samsung S26 Ultra.

Namun fitur itu dinilai tetap memengaruhi sudut pandang, baik saat diaktifkan maupun dimatikan.

Untuk performa, Qualcomm baru saja memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.

Kurang dari 48 jam setelah peluncuran itu, Xiaomi memastikan chip tersebut menjadi dapur pacu Xiaomi 18 Pro Max.

Sementara itu, Xiaomi 18 Pro memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6 yang sedikit lebih rendah.

Bodi lebih kecil berpotensi memengaruhi pendinginan, sehingga performa gaming 18 Pro kemungkinan di bawah Pro Max.

Xiaomi 18 Ultra disebut dibatalkan, sehingga Xiaomi 18 Pro Max menjadi flagship kamera paling kuat Xiaomi sampai seri 19 hadir.

Kedua model Xiaomi 18 Pro mengandalkan sensor 200MP untuk kamera utama dan telefoto.

Panjang fokus telefotonya tidak terlalu jauh dan mendukung fotografi makro, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari.

Mode Essential yang dipuji banyak pihak juga tetap dipertahankan.

Namun kamera ultrawide kembali ditempatkan di luar layar belakang.

Agar bidang pandangnya tidak terhalang, Xiaomi masih memakai lensa ultrawide 17mm.

Alhasil, Xiaomi 17 Ultra tetap bertahan sebagai ponsel kamera terbaik Xiaomi untuk satu tahun lagi.

Dari sisi baterai, kandungan silikon yang makin tinggi membuat daya tahan ponsel terus memanjang.

Xiaomi 18 Pro dan Pro Max tidak terkecuali.

Baterai besar dipadukan pengisian kabel 100W dan nirkabel 50W kini menjadi standar ponsel flagship.

Bagi yang mencari flagship dengan daya tahan baterai sangat panjang, Xiaomi 18 Pro Max disebut sebagai pilihan yang layak.

Secara keseluruhan, Xiaomi 18 Pro Series memikat lewat layar belakang, lalu menahan perhatian dengan peningkatan inti seperti layar privasi, platform Snapdragon baru, dan baterai mumpuni.

Kamera ultrawide menjadi salah satu kelemahannya, tetapi itu tidak menghalangi seri ini disebut sebagai salah satu ponsel paling khas yang baru diluncurkan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru