unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › Android Perketat Sideloading di Empat Negara, Termasuk Indonesia
IPTEK

Android Perketat Sideloading di Empat Negara, Termasuk Indonesia

Ilustrasi keamanan sideloading Android
Android Perketat Sideloading di Empat Negara, Termasuk Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Google resmi menerapkan proses sideloading baru untuk aplikasi Android di empat negara: Brasil, Thailand, Singapura, dan Indonesia.

Aturan ini berlaku untuk semua ponsel yang menjalankan Android 7 atau versi lebih baru.

Pengguna yang ingin memasang aplikasi dari pengembang atau toko aplikasi tidak terdaftar harus melewati serangkaian langkah tambahan.

Mereka perlu mengaktifkan opsi di Developer Options, melakukan autentikasi, memulai ulang perangkat, dan menunggu 24 jam sebelum sideloading diizinkan.

Setelah itu, pengguna dapat memilih untuk mengizinkan sideloading aplikasi dari pengembang dan toko aplikasi tidak terdaftar selama tujuh hari atau selamanya.

Alasan di Balik Aturan Baru

Google berpendapat bahwa aturan baru ini bertujuan mencegah penipu yang memaksa orang memasang aplikasi berbahaya.

Alur sideloading sengaja dibuat tidak nyaman untuk mengganggu aksi penipuan.

Namun, sebagian pengguna Android tidak yakin dan menilai langkah ini bisa menjadi awal ekosistem yang lebih tertutup seperti iOS.

Saat ini, toko aplikasi yang diakui antara lain Google Play, Samsung Galaxy Store, Honor App Market, Oppo App Market, Xiaomi GetApps, vivo V-Appstore, dan Transsion Palm Store.

Untuk sementara, hanya empat negara tersebut yang menerapkan proses sideloading baru.

Pasar lain akan segera menyusul.

Dampak bagi Pengguna dan Pasar Berikutnya

Kebijakan ini menyasar ponsel dengan Android 7 atau versi lebih baru, sehingga cakupannya cukup luas di keempat negara tersebut.

Pengguna tetap bisa memasang aplikasi dari pengembang dan toko aplikasi tidak terdaftar, tetapi harus melewati verifikasi dan masa tunggu yang ditetapkan Google.

Pilihan masa berlaku izin juga diserahkan kepada pengguna, yakni tujuh hari atau tanpa batas waktu.

Daftar toko aplikasi resmi yang diakui mencakup Google Play, Samsung Galaxy Store, Honor App Market, Oppo App Market, Xiaomi GetApps, vivo V-Appstore, dan Transsion Palm Store.

Google menegaskan bahwa alur baru ini dirancang sengaja merepotkan agar penipu tidak mudah menekan korban memasang aplikasi berbahaya.

Meski demikian, kalangan pengguna Android masih menilai perubahan ini berpotensi mengarah pada ekosistem yang lebih tertutup, mirip dengan pendekatan iOS.

Perdebatan itu muncul karena sideloading selama ini menjadi salah satu ciri keterbukaan platform Android.

Untuk tahap awal, hanya Brasil, Thailand, Singapura, dan Indonesia yang menerapkan proses sideloading baru ini.

Google menyatakan pasar lain akan mulai merasakan perubahan serupa dalam waktu dekat.

Artinya, pengguna di wilayah lain perlu bersiap menghadapi langkah tambahan serupa saat kebijakan ini diperluas.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru