unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Sembilan dari Sepuluh Kamera Dunia Buatan DJI dan Insta360
Hiburan

Sembilan dari Sepuluh Kamera Dunia Buatan DJI dan Insta360

Ilustrasi kamera handheld DJI dan Insta360 yang mendominasi pasar kamera global 2025
A A Ukuran Teks16px

DJI dan Insta360 kini menjual kamera mirrorless dua kali lebih banyak dibandingkan seluruh produsen Jepang yang tergabung dalam asosiasi industri CIPA.

Laporan industri terbaru bahkan menyebut DJI sendirian melampaui total unit yang dikirim semua anggota CIPA. Angka ini menandai pergeseran besar dalam pasar kamera global.

Dominasi keduanya paling terasa di segmen kamera handheld, mencakup action camera, kamera 360, dan gimbal camera.

Sembilan dari sepuluh unit yang dikirim ke seluruh dunia berasal dari salah satu dari dua merek tersebut.

Artinya, seluruh produsen lain, termasuk GoPro, hanya berbagi sepersepuluh pangsa pasar yang tersisa.

Pergeseran Pangsa Pasar dari Produsen Tradisional

Canon, Sony, Nikon, Fujifilm, dan Panasonic memang masih mendominasi dari sisi nilai profit. Namun dari sisi jumlah unit, lifestyle brand seperti DJI dan Insta360 justru unggul jauh.

Pada 2025, DJI mengirim lebih dari 10 juta unit kamera handheld, pertama kali menembus angka tersebut.

Sebagai perbandingan, CIPA mencatat total pengiriman seluruh anggotanya hanya 9,4 juta unit, mencakup kamera mirrorless, DSLR, dan kamera kompak.

Dari jumlah itu, 6,3 juta di antaranya adalah kamera mirrorless.

Artinya, DJI saja sudah melampaui gabungan seluruh anggota CIPA.

Dalam kategori kamera handheld, gimbal camera kini menggeser action camera sebagai kontributor terbesar.

Perubahan preferensi ini menunjukkan konsumen semakin mencari perangkat yang mampu menghasilkan rekaman stabil tanpa alat tambahan.

DJI dan Insta360 memang dikenal lewat inovasi di area ini.

Di sisi lain, GoPro mengalami penurunan tajam. Penjualan mereka hampir separuh dibandingkan tahun sebelumnya.

Tekanan kompetisi dari dua pemain utama tampaknya sulit dibendung, terutama di segmen action camera yang dulu dikuasai GoPro.

Meski kalah dalam jumlah unit, produsen Jepang masih memimpin dari sisi keuntungan. Kamera mirrorless dan lensa kelas atas milik Canon, Sony, dan Nikon tetap punya margin lebih tinggi.

Segmen ini menyasar fotografer profesional dan antusias yang tidak hanya membeli bodi, tetapi juga ekosistem lensa.

DJI dan Insta360 lebih fokus pada perangkat all-in-one dengan harga kompetitif. Strategi ini efektif mendorong volume besar, tetapi nilai per unitnya tidak setinggi kamera mirrorless tradisional.

Pertanyaannya, apakah dominasi volume ini akan berlanjut ke pergeseran profit dalam beberapa tahun ke depan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru