Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menagih Korea lebih mahal jika negara itu tidak setuju berinvestasi dalam proyek gas alam cair (LNG) di Alaska.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sesi jumpa pers di Gedung Putih, dua hari setelah ia mengumumkan paket pertama proyek investasi Korea di AS.
Paket tersebut mencakup proyek LNG Alaska, pembangunan pembangkit listrik tenaga gas di Texas, dan delapan pembangkit listrik tenaga nuklir skala besar.
Terkait proyek LNG, Seoul menyatakan belum memutuskan secara final apakah akan ikut serta.
"Saya tidak bertindak terlalu cepat. Mereka ada di sana dan terwakili," kata Trump kepada wartawan.
"Kalau mereka tidak mau melakukannya, tidak masalah bagi saya. Saya akan menagih mereka lebih mahal."
Setelah bertanya kepada seorang reporter apakah Korea menyatakan tidak menandatangani kesepakatan, Trump menegaskan, "Katakan kepada mereka jika tidak segera menandatangani, saya akan menggandakannya."
Belum jelas apa yang akan ia "tagih" kepada Korea jika Seoul tidak setuju berinvestasi dalam proyek Alaska tersebut.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick sebelumnya menyatakan Korea akan berinvestasi lebih dari 50 miliar dolar AS dalam proyek Alaska.
Proyek LNG itu melibatkan pembangunan pipa sepanjang 1.298 kilometer dari North Slope, yang memiliki cadangan gas alam terbukti besar, menuju Alaska selatan.
Gas alam tersebut akan didinginkan menjadi bentuk cair untuk dikirim ke Asia.