unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Digger Flop Parah, Tom Cruise dan Iñárritu Terancam Rugi Rp3,5 Triliun
Hiburan

Digger Flop Parah, Tom Cruise dan Iñárritu Terancam Rugi Rp3,5 Triliun

Tom Cruise dan Alejandro González Iñárritu dalam film Digger yang flop di box office
Digger Flop Parah, Tom Cruise dan Iñárritu Terancam Rugi Rp3,5 Triliun
A A Ukuran Teks16px

Digger flop parah di box office meski diperkuat nama besar Tom Cruise dan sutradara Alejandro González Iñárritu.

Film itu baru tayang 1 Oktober 2026, tetapi sudah terancam merugi hingga triliunan rupiah.

Produksi Digger menelan bujet jumbo US$160-180 juta atau setara Rp2,8-3,2 triliun dengan kurs US$1=Rp17.937.

Namun, pada pekan pembukaan di Amerika Utara, film ini hanya mengumpulkan US$8 juta atau sekitar Rp143 miliar.

Di pasar internasional, data Box Office Mojo yang diakses Senin (5/10) menunjukkan Digger hanya mendulang US$12 juta.

Dengan begitu, perolehan globalnya baru US$20 juta atau sekitar 12 persen dari bujet produksi.

Kritik Negatif dan Persaingan Box Office

Variety menilai Digger berpotensi menjadi salah satu kegagalan terbesar tahun ini, bahkan sepanjang masa.

Padahal, nama Tom Cruise dan Alejandro González Iñárritu semestinya bisa mendorong pendapatan awal ke US$18-20 juta.

Angka itu pun masih di bawah harapan para ahli box office, yang menilai film berbujet sebesar Digger butuh pendapatan awal mendekati US$40 juta.

Proyeksi makin mengecil setelah film berating R ini menuai kritik negatif dari berbagai kritikus.

Akibatnya, Digger tenggelam di posisi lima, sementara Verity yang rilis bersamaan justru meraih posisi puncak.

Analis David A. Gross dari Franchise Re menilai angka tersebut tidak buruk untuk ukuran black comedy.

Namun, ia mengingatkan komedi kelam biasanya berskala kecil, sedangkan Digger bukan film kecil karena dibintangi Tom Cruise.

Menurut Gross, komedi jenis ini berada di garis batas tipis dan kegagalannya akan terasa telak jika tak memikat penonton.

Variety pada Minggu (4/10) menyebut studio awalnya menyetujui bujet US$125 juta, tetapi biaya membengkak karena produksi molor.

Studio kemudian mengeluarkan bujet promosi hingga US$100 juta untuk pemasaran.

Alhasil, titik impas Digger setidaknya harus mencapai US$350 juta secara global.

Juru bicara Warner Bros. membantah angka itu dan menyatakan titik impas film ini adalah US$300 juta.

Terlepas dari perbedaan tersebut, Digger dipastikan merugi setidaknya US$150-200 juta atau Rp2,6-3,5 triliun.

Studio juga butuh waktu lebih lama untuk untung karena Cruise mendapat bayaran berdasarkan pendapatan kotor sejak awal.

Gross menilai pendapatan tambahan dari penyewaan digital, penjualan, streaming, dan lisensi TV tetap tak cukup menutup kerugian besar.

Sementara itu, Verity memuncaki box office Amerika Utara dengan pendapatan US$32,6 juta di pekan pembukaan.

Di pasar internasional, Verity meraup US$30 juta sehingga pendapatan global perdananya mencapai US$62,6 juta.

Film yang dibintangi Anne Hathaway dan Dakota Johnson itu bisa bernapas lega karena bujet produksinya hanya US$40 juta.

Gross menyebut respons negatif tidak menghambat performa Verity karena penonton datang dalam jumlah besar.

Di posisi kedua, Resident Evil pada pekan ketiga mencatat pendapatan domestik US$12,5 juta dan total Amerika Utara US$124,8 juta.

Heart of the Beast berada di posisi ketiga dengan US$11 juta dan total domestik US$38,3 juta.

Posisi keempat ditempati Primetime dengan US$8 juta dan total domestik US$34 juta.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru