Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan Amerika Serikat dan Korea Selatan masih perlu merampungkan detail proyek liquefied natural gas (LNG) yang diusulkan di Alaska.
Vance menyampaikan hal itu pada Senin (5/10) sambil mengekspresikan keyakinan bahwa proyek tersebut pada akhirnya akan berjalan di tengah permintaan gas Amerika yang kuat dari Asia.
"Pipa itu adalah sesuatu yang sangat ingin kami wujudkan dan banyak teman Asia kami juga ingin mewujudkannya," kata Vance, menurut laporan pool Gedung Putih.
"Bukan hanya Korea Selatan. Jepang juga akan senang melihat pipa ini," ujarnya.
"Jadi saya pikir ini adalah sesuatu yang akan terjadi," kata Vance.
"Jelas, Anda masih harus merampungkan beberapa detail dan orang Korea Selatan, Anda tahu, telah berbicara tentang itu."
Vance menuturkan ekonomi Asia Timur yang menghadapi harga gas alam lebih tinggi akan diuntungkan oleh pasokan gas AS yang meningkat.
"Ketika ada permintaan akan hal ini dan memang ada permintaan yang kuat untuk gas alam Amerika, saya pikir kita akan bisa menyelesaikannya," tambahnya.
Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan proyek investasi Korea Selatan di AS berdasarkan perjanjian dagang bilateral tahun lalu.
Proyek itu meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga gas di Texas, delapan pembangkit listrik tenaga nuklir skala besar, dan proyek LNG di Alaska.
Namun, kementerian industri Korea Selatan mengatakan proyek LNG Alaska belum final.
Kementerian menekankan bahwa kelayakan komersial dan faktor lain perlu ditinjau sebelum keputusan investasi dibuat.
