Qualcomm dan MediaTek resmi memperkenalkan chipset smartphone terkuat mereka pada September 2026. Keduanya membawa lompatan besar karena beralih ke node 2nm setelah tiga tahun terakhir berada di 3nm.
Qualcomm menamai chip barunya Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, sementara MediaTek memperkenalkan Dimensity 9600 Pro.
Keduanya sama-sama diproduksi dengan proses TSMC 2nm (N2P) dan mengusung konfigurasi CPU 8-core.
Spesifikasi Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 memakai dua core Prime berkecepatan hingga 5,0 GHz dan enam core Performance hingga 4,0 GHz.
Chip ini mengandalkan GPU Adreno 850 dengan AI matrix cores, Adreno Neural Fusion, serta 18MB Adreno HPM.
Di sisi lain, Dimensity 9600 Pro mengusung dua core C2-Ultra hingga 4,55 GHz, tiga core C2-Pro hingga 4,35 GHz, dan tiga core C2-Pro hingga 3,1 GHz.
GPU-nya adalah Mali-G2 Ultra NX MP12 dengan AI-assisted neural upscaling engine.
Untuk NPU, Qualcomm menyematkan Hexagon NPU, Dual Micro NPUs, Dual Always-Sensing ISPs, dan Qualcomm Personal Scribe.
MediaTek memakai arsitektur dual NPU yang terdiri dari NPU 1090 dan Super Efficient NPU 2.0 dengan dukungan hingga 30 miliar parameter.
Keduanya mendukung memori LPDDR6 dan penyimpanan UFS 4.1 hingga UFS 5.0. Snapdragon menawarkan memori hingga 5300 MHz, sedangkan Dimensity hingga 5333 MHz.
Sektor kamera juga berbeda.
Snapdragon memakai Spectra Triple AI-ISP 20-bit dengan dukungan kamera tunggal hingga 320MP, sedangkan Dimensity memakai Imagiq 1290 ISP dengan kamera tunggal hingga 200MP.
Untuk konektivitas, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 didukung modem Snapdragon X105 5G dengan kecepatan unduh puncak 14,8 Gbps dan unggah 4,2 Gbps.
Dimensity 9600 Pro memakai modem 5G 3GPP Release-17 dengan kecepatan unduh lebih dari 7,4 Gbps.
Hasil Benchmark Geekbench dan AnTuTu
Pengujian benchmark dilakukan menggunakan Xiaomi 18 Pro Max dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Vivo X500 Pro Max dengan Dimensity 9600 Pro.
Pada Geekbench 7, Snapdragon mencetak 3.163 poin single-core, sedangkan Dimensity mencapai 2.600 poin.
Selisih itu setara keunggulan 21% untuk chip Qualcomm.
Namun, Dimensity 9600 Pro membalas di performa multi-core dengan skor 10.634, sekitar 4% lebih tinggi dari Snapdragon yang mencatat 10.172 poin.
Pada AnTuTu, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 masih unggul dengan skor 4.592.331 berbanding 4.324.196 milik Dimensity.
Keunggulannya sekitar 6%.
Rincian skor AnTuTu menunjukkan Snapdragon unggul 7% di CPU, tetapi GPU Dimensity 9600 Pro justru 5% lebih tinggi.
Snapdragon menang jauh di sektor memori dan UX.
Snapdragon mencatat skor memori 627.667 dan UX 974.898, sementara Dimensity memperoleh 494.845 untuk memori dan 832.198 untuk UX.
Peningkatan CPU dan GPU Generasi 2nm
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro adalah chip 2nm pertama dari masing-masing brand.
Node baru ini membawa efisiensi daya besar dan memungkinkan Qualcomm mendorong clock speed puncak hingga 5 GHz untuk pertama kalinya di chipset mobile.
Qualcomm mengklaim peningkatan efisiensi daya 37% dan performa CPU 13% lebih baik.
MediaTek mengubah konfigurasi CPU menjadi 2+3+3 dan mengklaim single-core 17% lebih cepat serta multi-core 15% lebih cepat.
MediaTek juga menyebut efisiensi single-core 37% lebih baik dan peningkatan besar 61% pada konsumsi daya multi-core.
Di sisi GPU, Snapdragon memindahkan pemrosesan AI langsung ke silikon GPU melalui blok AI khusus di dalam slice GPU.
Pendekatan itu membuat beban AI tidak perlu dialihkan ke NPU, sehingga neural rendering real-time dieksekusi penuh di GPU Adreno 850.
Qualcomm mengklaim peningkatan performa GPU 44% dan efisiensi daya GPU 40%.
MediaTek memilih jalur berbeda dengan mempertahankan pipeline grafis standar ARM.
Dimensity 9600 Pro meningkatkan bus interkoneksi dan cache coherence di seluruh SoC, serta menjadikan NPU 1090 sebagai hub terpusat.