unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Eric Chelle Andalkan Pemain Muda Usai Klub Eropa Menolak Lepas Pemain
News

Eric Chelle Andalkan Pemain Muda Usai Klub Eropa Menolak Lepas Pemain

Pemain tim nasional Nigeria berlatih sebelum pertandingan
Eric Chelle Andalkan Pemain Muda Usai Klub Eropa Menolak Lepas Pemain
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah klub sepak bola Eropa menolak melepas pemain tim nasional Nigeria untuk laga persahabatan melawan Rusia di Nizhny Novgorod.

Penolakan itu membuat skuad Super Eagles tampil dengan kekuatan yang tergerus signifikan.

Langkah tersebut dipicu status larangan tanding Rusia dari ajang resmi FIFA dan UEFA sejak Februari 2022 akibat invasi ke Ukraina.

Walau sanksi tidak melarang laga persahabatan, iklim politik membuat beberapa klub memilih menahan pemain mereka.

Gelandang Raphael Onyedika dilarang berangkat oleh Eintracht Frankfurt, sementara LASK menolak memberi izin kepada Moses Usor.

Bright Osayi-Samuel serta Ridwan Abdulrasaq Popoola turut dihalangi klub masing-masing, ditambah absennya kapten Wilfred Ndidi akibat cedera.

Pemain Muda Jadi Andalan

Di tengah gelombang penolakan, bek Rangers Emmanuel Fernandez mendapat izin dari pelatih Derek McInnes untuk bergabung dengan 18 pemain Nigeria lainnya.

Situasi krisis ini memaksa pelatih Nigeria, Eric Chelle, memanggil deretan pemain muda guna mengisi kekosongan skuad.

Chelle menjelaskan bahwa klub tidak ingin membiarkan pemain datang ke lokasi pertandingan.

Ia menyebut kondisi itu harus dikelola, sehingga beberapa pemain muda dibawa ke skuad.

Timnas Nigeria bertekad bangkit usai menelan kekalahan di laga sebelumnya.

Pertandingan ini juga menjadi panggung pembuktian bagi para pemain muda.

Chelle menyatakan ekspektasinya adalah memberi mereka kesempatan menunjukkan kemampuan melawan tim besar.

Ia menegaskan semangat juang anak asuhnya tetap tinggi meski komposisi pemain tidak utuh.

Menghadapi Rusia, Chelle mengantisipasi gaya permainan agresif yang akan ditunjukkan tim tuan rumah sepanjang laga.

Ia menilai Rusia menerapkan banyak intensitas saat tidak menguasai bola dan banyak agresivitas.

Pelatih asal Mali itu memprediksi laga berjalan sengit dan berharap anak asuhnya mampu mengimbangi permainan intensitas tinggi lawan.

Laga uji coba ini tetap berlangsung di bawah status pembekuan partisipasi Rusia dari turnamen resmi UEFA dan FIFA.

Hasil pertandingan persahabatan ini tidak mengubah status sanksi internasional yang dijatuhkan kepada federasi sepak bola Rusia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru