unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Tangan Dingin dan Gemetar, Prince Poetiray Cerita Ketegangannya
Hiburan

Tangan Dingin dan Gemetar, Prince Poetiray Cerita Ketegangannya

Penyanyi cilik Prince Poetiray saat tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Tangan Dingin dan Gemetar, Prince Poetiray Cerita Ketegangannya
A A Ukuran Teks16px

Penyanyi cilik Prince Poetiray mengaku sempat dilanda rasa gugup hebat sebelum tampil di upacara penutupan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10) malam.

Ia dipercaya menjadi penampil pembuka dalam acara berskala internasional tersebut.

Meski akhirnya tampil prima di tengah lapangan, Prince tidak menyangkal bahwa rasa cemas sempat melandanya sebelum melangkah keluar lorong stadion.

"Pastinya deg-degan banget.

Ditonton kemarin itu katanya 70.000 orang lebih dan itu pastinya bikin deg-degan banget," ungkap Prince seperti diberitakan detikcom, Selasa (6/10).

"Tangan gemetar, terus juga dingin banget tanganku dan pastinya kemarin tuh aku deg-degan banget karena, aku pengin kasih yang terbaik buat Indonesia dan juga buat FIFA," ungkapnya.

Sebagai penampil pertama, Prince berusaha meredakan ketegangan dengan berdoa dan mengatur ritme pernapasan sesuai pesan orang tuanya.

"Aku mengurangi nervous-nya dengan cara aku berdoa. Walaupun tetap tegang, tetap aku tarik napas terus buang napasnya, habis itu ingat pesan papa mama gitu.

Pokoknya stay santai," tutur Prince.

Kerja keras dan ketegangan yang dirasakannya berbuah manis setelah penampilannya menuai pujian hangat dari keluarga dan apresiasi positif warganet.

"Puas banget. Mama dan papa bilang, 'Kamu keren banget,' lihat di medsos juga.

Ya lumayan banggalah sama diri sendiri," kata Prince.

Pengisi suara karakter Don dalam film animasi Jumbo itu mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa karena berkesempatan membawakan lagu di panggung megah berskala internasional.

Bernyanyi dalam agenda resmi organisasi sepak bola dunia FIFA diakuinya sebagai pencapaian manis sekaligus momen bersejarah sepanjang perjalanan kariernya.

"Perasaannya seru banget, bangga sama diri sendiri pastinya.

Ternyata ya, impian aku kesampaian untuk nyanyi di GBK dan ini bukan cuma nyanyi di GBK, tapi nyanyi bersama FIFA di GBK," ujarnya.

Pada momen itu, Prince Poetiray menyanyikan Selalu Ada di Nadimu yang menjadi soundtrack Jumbo, salah satu film terlaris Indonesia.

Penyanyi muda itu manggung dalam balutan jersey putih Timnas Indonesia.

Penampilan tersebut dilanjutkan dengan Anggun C. Sasmi yang menyanyikan Mimpi dalam balutan dress emas dan blazer biru emas.

Efek-efek lampion tampak meramaikan penampilan Anggun C. Sasmi.

Judika dan Anggun kemudian tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di SUGBK Jakarta, Senin (5/10) malam.

Judika menampilkan energi maksimal membawakan Kebyar Kebyar tak lama setelah Indonesia memenangkan laga tersebut.

Dengan mengenakan setelan serba putih, Judika membawakan lagu itu di panggung khusus sementara para pemain dan official bersiap menerima trofi kemenangan.

Setelah Judika, Anggun muncul memimpin lagu Tanah Airku yang menjadi tradisi dalam penutupan laga Timnas Indonesia.

Anggun tampil dengan kebaya maroon dan bawahan kain putih.

Selama Anggun bernyanyi, para pemain Timnas Indonesia berkumpul sambil berangkulan menghadap para pendukung mereka di SUGBK.

Anggun juga terlihat emosional dan menitikkan air mata saat membawakan lagu nasional tersebut.

Suasana serupa juga dialami sejumlah pemain Timnas Indonesia yang ikut bernyanyi.

Timnas Indonesia akhirnya keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand lewat drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10).

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru