unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Pemerintah Tolak Izin Konser Israel Houghton karena Dukungan Palestina
Hiburan

Pemerintah Tolak Izin Konser Israel Houghton karena Dukungan Palestina

Ilustrasi panggung konser musik di Jakarta yang rencananya digelar Israel Houghton
Pemerintah Tolak Izin Konser Israel Houghton karena Dukungan Palestina
A A Ukuran Teks16px

Rencana konser Israel Houghton bersama grup New Breed di Jakarta terancam batal. Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan memberikan izin penyelenggaraan maupun visa untuk kegiatan tersebut.

Penolakan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. Keputusan diambil setelah koordinasi lintas lembaga.

Lembaga yang terlibat meliputi Kemenko Polkam, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, hingga Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dukungan terhadap Palestina dan Pertimbangan Keamanan

Yusril menjelaskan bahwa rekam jejak dukungan Israel Houghton terhadap Israel berseberangan dengan komitmen politik luar negeri Indonesia. Indonesia selama ini mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Selain itu, potensi gangguan keamanan menjadi pertimbangan. Pemerintah menilai kegiatan yang berpotensi merugikan perjuangan Palestina tidak akan diperkenankan.

Gelombang masukan dari publik, termasuk Majelis Ulama Indonesia, turut menjadi pertimbangan dalam menakar sensitivitas acara.

Yusril menegaskan sikap pemerintah tidak berkaitan dengan latar belakang keagamaan atau genre musik rohani yang diusung Israel Houghton.

Pemerintah tidak menilai keyakinan keagamaan seseorang.

Yang menjadi perhatian adalah agar kegiatan apa pun tidak dimanfaatkan untuk propaganda politik yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri.

Polda Metro Jaya juga dipastikan tidak akan meloloskan izin keramaian demi mengantisipasi gejolak sosial.

Tiket Dijual Sebelum Izin Resmi

Yusril menyoroti penjualan tiket konser yang sudah bergulir secara daring di media sosial. Padahal, penyelenggara belum pernah mengantongi atau mengajukan izin resmi ke kepolisian.

Ia mengaku heran karena tiket sudah dijual online sementara izin pertunjukan belum ada.

Langkah pengetatan serupa diambil pihak keimigrasian.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko beserta kementerian terkait menegaskan permohonan visa Israel Houghton akan langsung ditolak jika diajukan untuk keperluan konser.

Pemerintah juga menutup opsi penggunaan fasilitas visa kunjungan saat kedatangan untuk kegiatan pertunjukan musik.

Yusril menyatakan bahwa sampai sekarang yang bersangkutan belum mengajukan permohonan visa. Namun, jika diajukan untuk pertunjukan tersebut, visa tidak akan diterbitkan karena kegiatannya tidak mendapat izin dari kepolisian.

Ia menegaskan kebijakan ini bukan untuk mengekang kebebasan berekspresi para pelaku seni. Kebijakan diambil demi menjaga ketertiban umum serta menegakkan garis kebijakan luar negeri Indonesia.

Pemerintah menghormati kegiatan seni dan kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan tersebut harus tetap memperhatikan keamanan, ketertiban umum, serta kepentingan nasional.

Jadwal Awal dan Respons Publik

Awalnya, Israel & New Breed dijadwalkan konser di The Kasablanka Hall pada 24 Oktober 2026. Banyak Bagus Entertainment bertindak sebagai promotor.

Setelah netizen menyadari dukungan Israel Houghton kepada Israel, mereka ramai-ramai menyerukan penolakan.

Penolakan itu berujung pada pengumuman The Kasablanka Hall bahwa konser tersebut tak akan digelar di venue mereka.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia pada Selasa (6/10), rencana konser tersebut masih terpampang di website resmi promotor asal Malaysia tersebut.

Di poster tersebut hanya tertera nama New Breed, meski masih ada wajah Israel. Belum ada pernyataan resmi dari promotor terkait perubahan tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru