unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › BCA Digital: Rekening Digital Perlu Diimbangi Literasi Finansial
IPTEK

BCA Digital: Rekening Digital Perlu Diimbangi Literasi Finansial

Ilustrasi literasi finansial dan perbankan digital BCA Digital
A A Ukuran Teks16px

BCA Digital menilai kemudahan akses perbankan digital perlu diimbangi dengan literasi finansial yang memadai.

Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menyatakan inklusi keuangan tanpa literasi berisiko menimbulkan masalah finansial di kemudian hari.

Pernyataan itu disampaikan dalam momentum Bulan Inklusi Keuangan 2026.

Menurut Duardi, minat masyarakat untuk memahami pengelolaan keuangan terlihat sangat besar.

bluAcademy Diikuti 30.926 Peserta

Sejak Oktober 2023 hingga Agustus 2026, program edukasi bluAcademy telah menyelenggarakan 25 batch dengan total 30.926 peserta.

Program tersebut membahas berbagai topik, mulai dari budgeting, investasi untuk pemula, hingga manajemen risiko finansial.

Peserta tidak hanya menerima materi satu arah, tetapi juga didorong mempraktikkannya dan mengenal fitur perbankan digital yang sesuai kebutuhan.

Memasuki Batch 27, bluAcademy mengangkat tema "Money Management for Hobbies: Tabungan dan Investasi Aman, Hobi Tetap Jalan".

Tema itu bertujuan membantu peserta mengatur keuangan tanpa mengorbankan kebutuhan maupun hobi.

Pendaftaran Batch 27 dibuka gratis untuk umum dan akan dimulai melalui webinar opening pada 21 Oktober 2026.

Webinar tersebut menghadirkan sesi bersama praktisi keuangan profesional.

Selain literasi, BCA Digital juga menyoroti pentingnya akses layanan perbankan yang tidak dibatasi lokasi.

Duardi menegaskan bahwa inklusi keuangan tanpa literasi berisiko menimbulkan masalah finansial di kemudian hari.

Karena itu, BCA Digital melihat besarnya minat masyarakat untuk lebih memahami pengelolaan keuangan sebagai modal penting.

Minat tersebut tercermin dari perkembangan bluAcademy, program edukasi finansial yang menyasar masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mengelola keuangan di era digital.

Melalui program ini, peserta tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga didorong mempraktikkan materi yang dipelajari. Mereka sekaligus dikenalkan pada fitur perbankan digital yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pendekatan itu sejalan dengan pandangan BCA Digital bahwa perluasan akses perbankan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi finansial.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bisa menggunakan layanan keuangan, tetapi juga mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.

Selain aspek literasi, BCA Digital menyoroti pentingnya akses layanan perbankan yang tidak dibatasi lokasi.

Akses keuangan yang merata dinilai menjadi fondasi agar manfaat inklusi keuangan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru