unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Bikin Game Tanpa Coding lewat Platform Game Berbasis AI Google
News

Bikin Game Tanpa Coding lewat Platform Game Berbasis AI Google

Ilustrasi platform game berbasis AI dari Google dan Unity
Bikin Game Tanpa Coding lewat Platform Game Berbasis AI Google
A A Ukuran Teks16px

Google dan Unity memperkenalkan platform pembuatan game berbasis AI pada 7 Oktober 2026. Platform ini memungkinkan pengguna membuat, memainkan, dan membagikan game melalui perintah teks tanpa coding.

Langkah tersebut ditujukan untuk menurunkan hambatan teknis dalam pengembangan game. Pengguna berusia 18 tahun ke atas menjadi target platform ini.

Playground dan Unity Spark

Menurut blog Google, Playground menyediakan antarmuka percakapan untuk membangun game dari kanvas kosong. Pengguna dapat mengubah prompt awal atau menggunakan panduan yang tersedia.

Pengguna juga dapat langsung menguji hasil dan meminta perubahan pada fisika, aturan, karakter, serta lingkungan game.

Unity turut memperkenalkan Unity Spark sebagai platform berbasis web untuk pembuatan game dengan bantuan AI.

Presiden dan CEO Unity Matt Bromberg menempatkan layanan itu sebagai sarana bagi pemain berpengalaman, seniman grafis, dan modder untuk merealisasikan gagasan mereka.

“Kami membuat Unity Spark untuk para pemain yang telah menghabiskan seribu jam dalam sebuah genre dan tahu persis apa yang kurang,” ujar Matt Bromberg.

“Seniman grafis yang ingin mewujudkan visi mereka tetapi tidak tahu cara membuat kode. Para modder yang kini ingin menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru,” ujarnya.

Bromberg juga menulis bahwa game elektronik merupakan bentuk hiburan besar yang dikonsumsi hampir semua orang, tetapi hanya sedikit yang membuatnya.

Ia menambahkan bahwa Unity ingin membantu mengubah kondisi tersebut.

“Game elektronik adalah bentuk hiburan besar terakhir yang dikonsumsi hampir semua orang tetapi hampir tidak ada yang menciptakannya,” ujar Matt Bromberg.

“Itu adalah sesuatu yang ingin kami bantu ubah,” ujarnya.

Dalam kritik terhadap peluncuran Unity Spark, Aftermath menilai materi promosi platform tersebut tidak mencerminkan ambisi pengembangan game serius.

Media itu juga mempertanyakan pilihan demonstrasi yang menampilkan permainan tembak-menembak di koridor.

Aftermath mempertanyakan sasaran platform tersebut dengan menyoroti keberadaan berbagai alat pembuatan game lain yang telah tersedia.

Kritik itu menempatkan Unity Spark dalam perdebatan mengenai peran AI dalam proses kreatif dan pengembangan game.

Di sisi pasar, Pluang melaporkan saham Unity naik 4% setelah pengumuman kerja sama dengan Google, sementara saham Roblox mendapat tekanan.

Pergerakan tersebut muncul bersamaan dengan perhatian pasar terhadap alat AI untuk pembuatan game oleh pengguna non-coder.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru