Indonesia memastikan tempat di semifinal Suhandinata Cup 2026 setelah mengalahkan Uni Emirat Arab pada perempat final di Cairo Indoor Stadium, Mesir.
Kemenangan itu diraih dengan skor 55-54 dan 55-31 dalam format estafet.
Hasil tersebut juga memastikan Indonesia membawa pulang medali dari turnamen beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior 2026.
Laga perempat final berlangsung ketat, terutama pada set pertama.
Ganda putra Raihan Daffa Edsel Pramono dan Anju Siahaan sempat kehilangan momentum ketika keunggulan 44-37 terpangkas hingga hanya menyisakan selisih tipis.
Mereka kemudian mengamankan set pertama dengan skor 55-54.
Anju mengakui tekanan meningkat karena tim Indonesia belum terbiasa menghadapi pola permainan lawan yang melibatkan pemain rangkap.
"Kami tegang dan bingung sama pola mainnya mereka. Kami juga nggak terbiasa sama pola pemain tunggal, karena mereka ada yang bermain rangkap," ujar Anju Siahaan.
Raihan juga berusaha menjaga ketenangan ketika Indonesia berada dalam tekanan pada poin-poin penentuan.
Dukungan penonton Indonesia di arena turut dirasakan pemain tersebut.
"Kalau saya sih lebih ke tenangin pikiran sama hati, jadi lebih yakin dan fokus lagi.
Apalagi banyak supporter Indonesia yang datang dan kasih dukungan," ujar Raihan Daffa Edsel Pramono.
Pada sektor ganda putri, Atresia Naufa Candani dan Yasintha Ristyna Putri menjalankan peran sebagai pembuka pada kedua set.
Keduanya tampil dengan pasangan darurat setelah Aurelia Syakira Putri terkendala kondisi fisik.
Hadapi Malaysia di Semifinal
Di semifinal, Indonesia akan menghadapi Malaysia yang berstatus unggulan teratas.
Duel tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (9/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Pelatih ganda putri Ade Lukas menilai kesiapan mental dan taktik menjadi bagian penting menghadapi Malaysia.
Kekuatan lawan mencakup pemain junior peringkat satu dunia, Low Zi Yu.
"Untuk besok, dari sektor ganda putri untuk partai melawan Malaysia, secara materi memang untuk WD itu lebih unggul Malaysia," ujar Ade Lukas.
Ade menargetkan sektor ganda putri dapat menjaga jarak perolehan poin agar Indonesia tetap memiliki peluang dalam pertandingan semifinal.
"Paling tidak, bisa memberikan poin itu tidak terlalu jauh lah gap-nya," ujar Ade Lukas.
Pada semifinal lainnya, China dijadwalkan berhadapan dengan Thailand untuk memperebutkan tempat di final Suhandinata Cup 2026.