Apple dilaporkan meminta sejumlah pemasoknya mengurangi produksi komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Laporan tersebut, yang mengutip sumber yang mengetahui permasalahan ini, menyebut pemangkasan pesanan komponen mencapai 15 persen untuk Oktober.
Penurunan itu disebut dipicu oleh melemahnya permintaan pasar di tengah harga memori yang melonjak.
Laporan yang sama juga mencatat permintaan untuk iPhone terbaru lebih lemah dibandingkan model tahun lalu.
Namun, laporan lain baru-baru ini memberikan gambaran berbeda di China, dengan klaim bahwa model iPhone 18 Pro tampil lebih baik daripada pendahulunya di pasar.
Dampak pada Pendapatan Apple
Meski volume pengiriman lebih rendah, laporan tersebut menilai hal itu belum tentu menggerus pendapatan Apple.
Pasalnya, model iPhone 18 Pro dibanderol 10 persen lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Di Amerika Serikat, iPhone 18 Pro dijual mulai dari 1.199 dolar AS, sedangkan iPhone 18 Pro Max memiliki harga awal 1.299 dolar AS.
Kedua perangkat tersebut tersedia dalam varian penyimpanan 256GB dan 512GB.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Apple terkait laporan pemangkasan pesanan komponen ini.
Reaksi Pasar dan Konteks Harga
Laporan tersebut menyebut pemangkasan pesanan komponen ini terjadi pada Oktober, dengan permintaan yang lebih lemah dibandingkan model tahun lalu.
Meski demikian, gambaran di China justru berbeda karena model iPhone 18 Pro diklaim melampaui pendahulunya di pasar.
Perbedaan sinyal permintaan itu membuat dampak pemangkasan pesanan terhadap kinerja Apple masih menjadi perhatian pengamat.
Harga jual yang lebih tinggi, yakni 1.199 dolar AS untuk iPhone 18 Pro dan 1.299 dolar AS untuk iPhone 18 Pro Max, menjadi faktor yang disebut dapat menopang pendapatan meski volume pengiriman lebih rendah.
Kedua model tersebut tersedia dalam pilihan penyimpanan 256GB dan 512GB.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Apple mengenai laporan pemangkasan pesanan komponen tersebut.
