Formula 1 menggelar Sprint Singapura di Sirkuit Marina Bay pada akhir pekan ini. Format balapan tambahan itu menuntut strategi berbeda dari tim dan pembalap.
Lintasan sempit, peluang menyalip terbatas, dan persiapan yang lebih singkat menjadi tantangan utama. Singapura menjadi Sprint keenam sekaligus terakhir pada musim 2026.
Format Sprint biasanya dipakai di sirkuit yang memberi ruang duel lebih besar. Marina Bay justru menjadi tantangan karena karakter lintasannya yang berliku.
Persiapan Tim Terbatas
Pembalap hanya mendapat satu sesi latihan selama satu jam sebelum Sprint Qualifying.
Kondisi itu membuat tim memiliki waktu lebih sedikit untuk menentukan pengaturan mobil dibandingkan akhir pekan balapan biasa.
Sesi latihan dimulai pukul 16.30 waktu lokal sebelum matahari terbenam. Sprint Qualifying berlangsung pukul 20.30.
Perubahan suhu dan kondisi lintasan sepanjang malam membuat keputusan pengaturan mobil menjadi lebih sulit. Aturan parc ferme juga membatasi perubahan besar setelah Sprint Qualifying.
Tim harus mendapatkan pengaturan awal yang tepat karena ruang perbaikan sebelum Sprint pada Sabtu menjadi terbatas.
Cuaca menjadi faktor lain dalam balapan di Marina Bay. Suhu diperkirakan mencapai 32-33 derajat Celsius dengan peluang hujan hingga 40 persen.
Kelembapan dan panas meningkatkan tantangan pengelolaan ban.
Grand Prix Singapura dikenal sebagai salah satu balapan paling berat secara fisik karena berlangsung di lintasan 19 tikungan sepanjang 62 putaran.
Tambahan Sprint sepanjang 100 kilometer membuat pembalap menghadapi beban balapan sebelum agenda utama Minggu.
Dalam sesi latihan pertama Singapura, George Russell mencatat waktu tercepat dengan Mercedes W17 spesifikasi lama.
Charles Leclerc dan Lando Norris berada di posisi berikutnya dengan selisih 0,198 detik dan 0,273 detik dari Russell.
Max Verstappen menjadi mobil tercepat dengan ban medium dan hanya terpaut 0,732 detik dari Russell. Red Bull belum menggunakan ban soft pada awal sesi tersebut.
Sesi latihan juga diwarnai insiden ketika Kimi Antonelli melebar di Tikungan 17. Fernando Alonso, Lawson, Ocon, Lindblad, Bearman, Sainz, Albon, serta Stroll menjalani program dengan ban medium.
Sprint Singapura menjadi penutup rangkaian Sprint Formula 1 2026. Sebelumnya, format ini berlangsung di China, Miami, Kanada, Inggris, dan Belanda.