Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Rusia memasok solar ke pasar global.
Pernyataan itu muncul setelah AS mencabut sementara sanksi terhadap bahan bakar Rusia yang sebelumnya diberlakukan akibat perang dengan Ukraina.
Kebijakan ini bertujuan menjaga ketersediaan solar di pasar. Sebelumnya, harga solar yang digunakan untuk sektor pertanian, pemanas rumah, dan transportasi truk mendekati rekor tertinggi.
Kondisi tersebut disebut menjadi risiko bagi Partai Republik menjelang pemilihan Kongres pada 3 November mendatang. Harga solar dilaporkan menurun setelah pengumuman pasokan tersebut.
Namun, sejumlah analis menilai kesepakatan itu belum tentu cukup untuk mempertahankan harga tetap rendah dalam waktu panjang.
Detail Pasokan dan Dampaknya
Trump menyatakan pembicaraannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menghasilkan kesepakatan pengiriman lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global.
Jumlah itu setara dengan sekitar 2,25 juta barel bahan bakar.
Sebagai perbandingan, Amerika Serikat mengekspor sekitar 1,5 juta barel solar per hari.
Setelah pembicaraan berlangsung, utusan Putin, Kirill Dmitriev, menyampaikan dukungan terhadap kerja sama Rusia-AS melalui unggahan di platform X.
Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Dmitriev sebelumnya meminta pejabat AS mengizinkan ekspor solar ke pasar Amerika dari seluruh perusahaan minyak besar Rusia.
Permintaan itu disampaikan ketika ia berkunjung ke Washington bulan lalu.
Pada Oktober 2025, AS menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia terkait perang Moskow di Ukraina yang dimulai pada 2022.
Ekspor solar tersebut berpotensi memberikan pendapatan miliaran dolar kepada Rusia.
Pendapatan dari ekspor bahan bakar itu disebut dapat digunakan Putin untuk melanjutkan perang. Hal tersebut memicu kritik dari pihak Ukraina terhadap keputusan pencabutan pembatasan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengkritik kesepakatan tersebut sebagai keputusan lemah dari negara-negara mitra yang kuat.
Pernyataan itu disampaikan saat delegasi Ukraina berada di AS untuk membahas upaya penyelesaian perang.
"Hadiah untuk Putin tidak akan membawa perdamaian atau manfaat apa pun bagi dunia yang beradab.
Rusia akan 'membalas' solar tersebut dengan lebih banyak teror dan pengkhianatan," kata Zelenskiy melalui X.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS telah menerbitkan izin yang memungkinkan impor solar Rusia hingga 7 April.
Izin tersebut membuka peluang masuknya pasokan bahan bakar dari Rusia dalam periode tertentu.
Trump juga mengatakan Rusia akan memasok tambahan 500.000 ton solar pada November dan 1 juta ton berikutnya segera setelah itu.
Pengiriman lanjutan masih dimungkinkan berdasarkan kondisi kilang solar Rusia.
Menurut Trump, kemampuan Rusia menambah pasokan berikutnya bergantung pada kondisi kilang solar yang mengalami kerusakan akibat serangan Ukraina.
Faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan terkait kelanjutan ekspor bahan bakar.