unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Mengapa Greenland Terlihat Sebesar Afrika di Peta Mercator?
Hiburan

Mengapa Greenland Terlihat Sebesar Afrika di Peta Mercator?

Ilustrasi perbandingan peta dunia proyeksi Mercator dan Equal Earth
A A Ukuran Teks16px

Peta dunia yang biasa terpajang di ruang kelas sering membuat Greenland tampak hampir sebesar Afrika. Padahal, luas Afrika sekitar 14 kali lipat dibandingkan Greenland.

Perbedaan itu bukan kesalahan pengukuran, melainkan dampak cara permukaan bumi digambarkan pada bidang datar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini mendorong penggunaan proyeksi Equal Earth agar perbandingan luas wilayah lebih proporsional.

Distorsi Tidak Terhindarkan

Bumi berbentuk melengkung, sedangkan peta dicetak pada permukaan datar atau layar dua dimensi. Proyeksi peta menjadi metode memindahkan permukaan bumi dari bentuk tiga dimensi ke bidang datar.

Menurut Kepala Laboratorium Kartografi, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Dr Ari Cahyono, proses ini selalu menghasilkan distorsi.

Bentuk wilayah, luas, jarak, dan arah tidak dapat dipertahankan secara sempurna dalam satu peta.

"Dari bentuk yang bidang lengkung ke bidang datar itu pasti akan timbul distorsi.

Sehingga peta yang dihasilkan itu tidak mungkin 100 persen benar pada semua aspek," jelas Ari dalam keterangan resmi UGM.

Artinya, tidak ada peta dunia yang benar secara mutlak untuk semua kebutuhan. Setiap rancangan harus menentukan aspek apa yang ingin dipertahankan.

Mercator dan Equal Earth

Proyeksi Mercator dirancang Gerardus Mercator pada abad ke-16 untuk membantu pelayaran.

Kekuatan utamanya terletak pada kemampuan mempertahankan sudut dan arah mata angin secara konsisten, sehingga jalur navigasi di laut lebih mudah dibaca.

Namun, keunggulan tersebut datang bersama perubahan ukuran wilayah. Semakin jauh suatu kawasan dari garis khatulistiwa, semakin besar pula distorsi luasnya.

Daratan di wilayah kutub dan lintang tinggi terlihat jauh lebih besar daripada ukuran sebenarnya, sementara kawasan dekat ekuator tampak lebih mendekati ukuran riil.

Efek itu membuat Greenland, Antarktika, Amerika Utara, dan Eropa terlihat membengkak pada peta dunia umum. Sebaliknya, Afrika dan Indonesia dapat tampak lebih kecil daripada semestinya.

Bagi pelaut, karakter Mercator sangat membantu. Bagi siswa yang sedang membandingkan luas benua, hasil visualnya dapat menyesatkan.

"Kalau peta gunanya untuk pelayaran, Mercator tetap bagus. Tapi ketika ingin memberikan persepsi orang akan suatu wilayah, maka lebih cocok pakai Equal Earth," kata Ari.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru