KRC Genk akan menjamu KV Kortrijk di Cegeka Arena pada Sabtu malam dalam lanjutan kompetisi Belgia.
Pelatih Jess Thorup menuntut respons setelah timnya mengumpulkan 9 poin dari 21 poin yang tersedia dalam tujuh pertandingan pertama.
Mantan pelatih Genk, Johan Boskamp, juga mengkritik sikap para pemain yang dinilainya terlalu mudah menerima kekalahan dan kurang menunjukkan kepemimpinan.
Thorup Minta Perubahan Nyata
Menurut laporan Voetbalprimeur. be, Thorup ingin timnya segera memperbaiki performa.
Ia menilai para pemain harus menghadapi kekurangan secara terbuka dan menunjukkan perubahan ketika menjamu Kortrijk.
Dalam wawancara yang dikutip Het Laatste Nieuws, Thorup menekankan pentingnya evaluasi dan tindakan nyata dari seluruh anggota tim.
"Kami harus menghadapi fakta yang ada. Pesan itu saya sampaikan kepada para pemain hari ini.
Saya benar-benar berusaha mendorong mereka agar tidak bersembunyi atau sekadar berharap keadaan membaik, melainkan benar-benar mengatasi masalah.
Jika ingin mengubah keadaan, kami harus memberikan respons, dan bagi saya itu harus dimulai pada Sabtu," ujar Thorup.
Thorup juga menaruh perhatian pada penyerang Jeppe Erenbjerg yang belum mencetak gol pertamanya bersama Genk.
Ia menilai pemain tersebut memiliki potensi, tetapi masih perlu beradaptasi dengan tuntutan kompetisi level tertinggi.
"Kami semua melihat potensi Erenbjerg, mulai dari kombinasi permainan hingga pemahamannya terhadap pertandingan. Jeppe dan saya sudah membicarakan hal ini dengan baik.
Ia juga masih baru di level tertinggi ini dan harus belajar menghadapi pasang surut. Jeppe harus terus berani masuk ke situasi sulit, bukan justru menjauh dari aksi.
Semoga gol itu segera datang karena kami membutuhkannya," kata Thorup.
Menurut laporan resmi KRC Genk, jeda internasional membuat 12 pemain bergabung dengan tim nasional masing-masing.
Skuad utama kembali lengkap sejak Rabu, sehingga staf pelatih dapat memusatkan persiapan pada pertandingan melawan Kortrijk.
Thorup mengatakan periode tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik dan aspek taktis pemain yang tetap berada di klub.
Ia juga menyebut laga uji coba melawan Fortuna Sittard sebagai kesempatan menguji kombinasi penyerang Aaron Bibout dan Rafiu Durosinmi.
Evaluasi menyeluruh terhadap tujuh pertandingan pertama juga dilakukan setelah seluruh pemain kembali. Thorup menjelaskan bahwa staf menggunakan rekaman pertandingan, statistik, dan data untuk menunjukkan kekuatan sekaligus kekurangan tim.
"Kami mengadakan dua pertemuan panjang untuk meninjau tujuh pertandingan pertama. Melalui rekaman, statistik, dan data, kami menunjukkan hal-hal yang berjalan baik serta bagian yang perlu diperbaiki.
Saya tidak ingin kami mencari alasan untuk menghindar. Kami harus berani mengakui apa yang belum cukup baik, lalu mengambil tindakan," ujar Thorup.
Pelatih asal Denmark itu juga menegaskan bahwa performa di kandang harus disertai semangat juang dan konsistensi.
Menurut informasi dari klub, Genk belum terkalahkan di Cegeka Arena pada musim ini.
"Khususnya di kandang sendiri, sejak menit pertama saya ingin melihat semangat juang dan energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan tiga poin.
Kami ingin memainkan sepak bola yang menarik, tetapi permainan indah saja tidak cukup. Bagi saya, mentalitas benar-benar menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan," kata Thorup.
Di luar persiapan pertandingan, para pemain juga sempat berlatih di H.Essers Training Center yang baru.
Thorup menyambut positif fasilitas tersebut, meskipun fokus utama tim saat ini tetap pada pertandingan melawan Kortrijk.
"Lapangan-lapangannya luar biasa.
Perubahan lingkungan juga memberikan pengaruh kepada sebuah tim ketika para pemain keluar sejenak dari tempat yang biasa mereka gunakan.
Suasana baru seperti itu bisa menambah energi. Kami semua menantikan saat bisa pindah secara permanen ke sana," ujar Thorup.
Ia menyebut periode mendatang sebagai fase penting bagi Genk dan berharap tim dapat mulai membangun rangkaian hasil positif sebelum menempati fasilitas latihan baru.
"Periode penting akan segera kami hadapi. Sudah waktunya kami memberikan respons dan membangun rangkaian hasil yang baik.
Kami ingin memulainya pada Sabtu.
Dengan begitu, ketika nanti pindah ke kompleks latihan baru, semoga kami sudah mengantongi jauh lebih banyak poin daripada sekarang," kata Thorup.
Boskamp Kritik Mentalitas dan Kepemimpinan
Di sisi lain, Johan Boskamp menilai masalah Genk tidak hanya berkaitan dengan jumlah poin, tetapi juga sikap tim ketika mengalami kekalahan.
Dalam komentarnya yang dikutip Het Belang van Limburg, ia membandingkan situasi saat ini dengan karakter Genk yang diingatnya dari masa lalu.
"Di Genk, saya sudah cukup lama bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Semuanya terlihat begitu pasrah.
Ketika kalah, mereka menerimanya begitu saja. Bukankah dahulu mentalitas Genk tidak seperti itu?"
ujar Johan Boskamp.
Menurut Boskamp, kekuatan finansial yang dibangun melalui kebijakan transfer belum tercermin dalam penampilan yang konsisten di kompetisi utama Belgia.
Ia juga mengingat masa ketika dua kekalahan saja dapat memicu kegelisahan di kalangan pendukung klub.
Kritik Boskamp turut menyasar Bryan Heynen dan Matte Smets, meskipun ia mengaku menyukai kedua pemain tersebut.
Ia menilai para pemain yang diharapkan memimpin tim belum cukup mengambil inisiatif ketika Genk mengalami kesulitan.
"Seolah-olah tidak ada seorang pun di sana yang mau mengambil alih kepemimpinan. Sangat aneh," kata Boskamp.
Kortrijk sendiri disebut sedang mengalami kesulitan di kasta tertinggi Belgia dan berjuang mempertahankan tempatnya di kompetisi tersebut.
Bagi Genk, pertandingan kandang ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki catatan 9 poin dari tujuh laga sekaligus menjawab kritik terhadap mentalitas dan kepemimpinan tim.