unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Shin Tae-yong Ungkap Tantangan Latihan Timnas dengan Jeda Singkat
News

Shin Tae-yong Ungkap Tantangan Latihan Timnas dengan Jeda Singkat

Shin Tae-yong saat memimpin latihan Persija Jakarta
Shin Tae-yong Ungkap Tantangan Latihan Timnas dengan Jeda Singkat
A A Ukuran Teks16px

Shin Tae-yong mengungkap perbedaan mendasar dalam program latihan yang diterapkan saat menangani Persija Jakarta dan Timnas Indonesia.

Pelatih berusia 56 tahun itu menilai waktu persiapan menjadi faktor kunci dalam menentukan pendekatan bagi setiap tim.

Bersama Persija di Super League 2026-2027, Shin Tae-yong membawa Macan Kemayoran meraih empat kemenangan beruntun dan berada di puncak klasemen.

Hasil tersebut menjadi sorotan setelah sebelumnya ia menjalani periode kurang memuaskan bersama Ulsan HD.

Waktu Persiapan Timnas Terbatas

Shin Tae-yong menjelaskan bahwa tim nasional memiliki kondisi berbeda karena pelatih hanya bisa memanfaatkan jeda FIFA Matchday untuk mempersiapkan pemain.

Dalam periode singkat itu, adaptasi taktik dan kesiapan fisik harus berjalan bersamaan.

"Karakter tim nasional dan klub tentu sedikit berbeda. Karena itu, program latihan yang diterapkan juga berbeda," ujar Shin Tae-yong.

Ia menambahkan bahwa agenda pertandingan yang berdekatan menjadi tantangan tersendiri ketika bersama Timnas Indonesia.

"Ketika menangani tim nasional, kami harus menjalani dua pertandingan dalam waktu sembilan hari," kata Shin Tae-yong.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan kebugaran pemain menjadi fokus utama.

Tim pelatih perlu memastikan pemain siap tampil meskipun waktu latihan bersama relatif singkat.

"Oleh sebab itu, fokus utama latihan lebih banyak diarahkan pada pengaturan kondisi fisik pemain agar mereka siap menghadapi pertandingan," jelasnya.

Persija Punya Waktu Evaluasi Lebih Panjang

Situasi di klub memberikan ruang lebih luas bagi pelatih untuk melakukan pemantauan dan perbaikan.

Dalam kompetisi liga, evaluasi dapat dilakukan setelah pertandingan untuk memperbaiki kekurangan sebelum laga berikutnya.

"Sementara itu, dalam kompetisi liga bersama klub, kami memiliki banyak kesempatan. Terutama untuk mengevaluasi berbagai kekurangan yang muncul dalam pertandingan," ujar Shin Tae-yong.

Bersama Persija, kesempatan latihan yang lebih panjang membantu staf pelatih membangun strategi dan komunikasi dengan pemain.

Proses tersebut mendukung perkembangan permainan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

"Kekurangan tersebut kemudian diperbaiki melalui latihan sebagai persiapan menghadapi laga berikutnya," tambahnya.

Rangkaian evaluasi dan persiapan yang dilakukan Persija turut berkontribusi pada catatan empat kemenangan beruntun di Super League 2026-2027.

Tim berjuluk Macan Kemayoran itu kemudian menempati posisi puncak klasemen sementara.

Shin Tae-yong menegaskan bahwa pendekatan yang diterapkan untuk klub dan tim nasional memang tidak dapat disamakan karena memiliki karakter kompetisi serta kebutuhan persiapan yang berbeda.

"Jadi, pendekatan yang digunakan bersama tim nasional dan klub memang memiliki perbedaan," ujar Shin Tae-yong.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru