unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Gempa Laut Pohuwato M 5,7 Kedalaman 76 Km, Warga Merasakan Getaran
News

Gempa Laut Pohuwato M 5,7 Kedalaman 76 Km, Warga Merasakan Getaran

Gempa Laut Pohuwato M 5,7 Kedalaman 76 Km, Warga Merasakan Getaran
Gempa Laut Pohuwato M 5,7 Kedalaman 76 Km, Warga Merasakan Getaran
A A Ukuran Teks16px

Gempa bumi bermagnitudo 5,7 mengguncang wilayah barat laut Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 04.34 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 29 kilometer dari Pohuwato, dengan kedalaman 76 kilometer.

Data BMKG melalui sistem InaTEWS mencatat episenter gempa pada koordinat 0,64 derajat Lintang Utara dan 121,75 derajat Bujur Timur.

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tengah dengan intensitas berbeda berdasarkan skala MMI.

Informasi yang dipublikasikan detikcom dan Radio Republik Indonesia (RRI) menyebutkan, wilayah Buol dan Tolitoli di Sulawesi Tengah mengalami guncangan dengan intensitas III–IV MMI.

Sementara itu, beberapa kabupaten di Gorontalo merasakan getaran pada tingkat III MMI atau II–III MMI.

Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Pohuwato merasakan getaran pada skala III MMI.

Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango mengalami guncangan dengan intensitas II–III MMI.

Perbedaan intensitas tersebut menggambarkan variasi kekuatan getaran yang dirasakan masyarakat di masing-masing wilayah.

Dalam penjelasan skala MMI yang dikutip detikcom, intensitas II menunjukkan getaran yang dirasakan beberapa orang dan dapat membuat benda ringan yang digantung bergoyang.

Pada skala III, getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi ketika truk melintas.

Adapun intensitas IV MMI dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan oleh sebagian orang di luar bangunan.

Getaran pada tingkat ini juga dapat menyebabkan gerabah pecah serta pintu atau jendela berderit.

BMKG menyampaikan keterangan mengenai potensi tsunami melalui akun media sosialnya setelah gempa terjadi.

"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa bumi sebaiknya merujuk pada keterangan resmi lembaga tersebut.

Hingga laporan awal tersebut diterbitkan, belum ada kepastian mengenai dampak gempa terhadap kerusakan fasilitas maupun korban jiwa.

Informasi mengenai apakah guncangan turut dirasakan di wilayah Banggai dan sekitarnya juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Informasi awal mengenai lokasi, kedalaman, dan parameter gempa bersumber dari BMKG melalui InaTEWS.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti pembaruan informasi resmi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru