unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Depresi Pangeran Harry Muncul Setelah Tinggalkan Kerajaan
Hiburan

Depresi Pangeran Harry Muncul Setelah Tinggalkan Kerajaan

Pangeran Harry dan Meghan Markle saat berada di Kanada
Depresi Pangeran Harry Muncul Setelah Tinggalkan Kerajaan
A A Ukuran Teks16px

Pangeran Harry mengungkapkan bahwa dirinya mengalami depresi ketika meninggalkan keluarga Kerajaan Inggris dan pindah ke Kanada bersama Meghan Markle pada 2019.

Saat itu, mereka juga membawa anak mereka, Pangeran Archie, yang masih bayi.

Pengakuan tersebut disampaikan Harry dalam sesi MasterClass bertajuk Redefining Grief: Building Resilience Through Loss yang tayang 8 Oktober 2026.

Dalam sesi itu, Harry menceritakan pengalaman penurunan drastis kadar adrenalin yang belum pernah ia alami sebelumnya.

"Saat berada di Kanada, jauh dari lingkungan penuh tekanan, dalam waktu dua atau tiga hari saya mengalami penurunan drastis kadar adrenalin ini," kata Harry seperti diberitakan People pada Kamis (8/10).

Ia bahkan sempat mengalami depresi selama sekitar dua minggu dan merasa tidak bisa berfungsi tanpa adanya adrenalin.

Harry menyatakan kepindahan tersebut bertujuan memberikan ruang untuk menjauh dari segalanya agar bisa berpikir jernih.

Saat itu, Harry sedang menghadapi ketegangan yang meningkat dengan Pangeran William, yang kabarnya tidak menyetujui cara Harry dan Meghan menjalani kehidupan kerajaan.

Konflik keluarga tersebut memuncak, dan pada akhirnya Harry serta Meghan mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan yang menjalankan tugas resmi pada Januari 2020.

Setelah tiba di Kanada, Harry mengatakan bahwa rasa duka yang selama ini ia pendam sejak kecelakaan mobil dan kematian tragis ibunya, Putri Diana, pada 1997 akhirnya muncul ke permukaan.

"Selama 15 atau 20 tahun, ketika orang bertanya, 'Apakah kamu baik-baik saja?' , jawaban saya selalu, 'Saya baik-baik saja.'

Itu adalah mati rasa, penutupan emosi," jelas Harry.

Ia menyadari bahwa adrenalinlah yang terus mendorong dan memacunya, termasuk saat memutuskan bergabung dengan militer pada usia 20 tahun.

Harry mengakui menjadi anggota militer juga menjadi pemicu melepaskan sebagian trauma yang telah ia pendam sejak kehilangan ibunya saat ia baru berusia 12 tahun.

Ia mulai menyadari kondisi mentalnya mungkin sudah sangat terkuras ketika mengenakan kemeja biasa saja, saat kerah baju terasa mencekik.

Harry bahkan mengalami serangan panik saat berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Harry sendiri tak lama di Kanada. Ia dan Meghan Markle kemudian berlabuh dengan membeli sebuah rumah mewah di Montecito, California.

Namun saat ini rumah itu tak berpenghuni mengingat keluarga Harry menetap kembali di Inggris.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru