Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI menyiapkan mekanisme agar siswa tidak otomatis naik kelas. Pembahasan dan persiapan kebijakan ini ditargetkan rampung pada 2027.
Kebijakan tersebut bertujuan menyesuaikan keputusan kenaikan kelas dengan perkembangan belajar murid melalui pendampingan.
Pakar Soroti Peran Guru dan Pendampingan
Pakar pendidikan Bukik Setiawan menilai guru perlu mengenali kemampuan awal murid dan memantau perkembangan belajar. Guru juga dituntut menyesuaikan pembelajaran ketika muncul kesulitan.
Menurut Bukik, guru membutuhkan keterampilan, strategi mengajar, serta kolaborasi yang didukung kepala sekolah.
Ia menjelaskan keputusan kenaikan kelas perlu diikuti tindak lanjut berbeda bagi siswa yang naik kelas maupun yang tinggal kelas.
Bila murid naik kelas, kebutuhan pendampingannya diteruskan kepada guru berikutnya. Bila tinggal kelas, sekolah perlu memperbaiki bantuan dan pengalaman belajarnya.
Bukik menilai penguatan penilaian dan pendampingan dapat membantu guru memahami kebutuhan siswa. Namun, ia mengingatkan ada risiko tambahan beban jika dukungan tidak disiapkan.
Kejelasan proses keputusan disebut memperkuat dukungan terhadap pertimbangan guru. Manfaatnya bergantung pada dukungan yang tersedia untuk menjalankan tugas tersebut.
Ia menyampaikan penerapan kebijakan juga berdampak bagi murid. Siswa berpeluang memperoleh bantuan sebelum kesulitan belajar menumpuk.
Namun, keputusan tinggal kelas tanpa pendampingan dapat menimbulkan dampak negatif.
Dalam kondisi tertentu, tambahan waktu melalui tinggal kelas dapat dipertimbangkan dengan rencana pendampingan yang jelas. Manfaatnya bergantung pada perbaikan layanan belajar yang diterima anak.
Bukik menambahkan orang tua perlu memahami perkembangan belajar anak dan berkomunikasi dengan guru. Orang tua juga perlu mengetahui dukungan yang dapat diberikan di rumah apabila kebijakan diterapkan.
Ia berpesan agar orang tua menjaga hubungan dengan anak dan mendengarkan pengalamannya. Orang tua diminta menghindari mempermalukan atau langsung menyebut anak malas.
Kerja sama orang tua dan sekolah perlu membuat anak merasa didukung untuk terus belajar.