Xiaomi memperluas jajaran perangkat rumah pintarnya dengan meluncurkan Xiaomi Door and Window Sensor 3 di China.
Sensor pintu dan jendela generasi terbaru ini dipasarkan melalui kampanye crowdfunding di platform Xiaomi Youpin.
Perangkat ini menawarkan peningkatan daya tahan baterai hingga tiga tahun, desain ringkas, serta dukungan otomatisasi rumah pintar.
Xiaomi menyasar pengguna yang ingin memantau kondisi pintu, jendela, laci, hingga lemari dengan lebih mudah.
Sensor ini juga dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat pintar lain untuk menciptakan sistem rumah yang lebih terintegrasi.
Kampanye crowdfunding Xiaomi Door and Window Sensor 3 berlangsung pada 12 Oktober 2026 hingga 19 Oktober 2026.
Selama periode tersebut, konsumen di China dapat memperoleh perangkat ini dengan harga 44 yuan atau sekitar US$6.
Harga itu membuat sensor ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin membangun ekosistem rumah pintar dengan biaya terjangkau.
Namun, ketersediaan di pasar global, termasuk Indonesia, belum diumumkan.
Baterai CR2032 dan Teknologi Sensor TMR
Salah satu keunggulan utama Xiaomi Door and Window Sensor 3 terletak pada daya tahan baterainya.
Xiaomi menggunakan baterai kancing CR2032 yang diklaim mampu bertahan hingga tiga tahun dalam kondisi penggunaan tertentu.
Sebagai perbandingan, generasi sebelumnya, Xiaomi Door and Window Sensor 2 yang diperkenalkan pada 2020, memiliki perkiraan daya tahan baterai sekitar satu tahun.
Dengan demikian, model terbaru ini menawarkan masa pakai baterai yang lebih panjang sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering melakukan penggantian.
Aplikasi Xiaomi Home dapat mengirimkan pemberitahuan ketika daya baterai mulai menipis.
Fitur tersebut membantu pengguna mengganti baterai sebelum sensor berhenti berfungsi.
Meski begitu, daya tahan sebenarnya dapat berbeda bergantung pada frekuensi penggunaan, kondisi pemasangan, dan lingkungan tempat sensor digunakan.
Xiaomi juga membawa perubahan pada teknologi pendeteksian di perangkat barunya.
Jika generasi sebelumnya menggunakan sensor Hall, Xiaomi Door and Window Sensor 3 beralih ke teknologi tunnel magnetoresistance atau TMR.
Teknologi ini memanfaatkan perubahan hambatan listrik akibat medan magnet untuk mendeteksi posisi magnet yang terpasang pada pintu atau jendela.
Dengan pendekatan tersebut, Xiaomi mengklaim sensor terbaru mampu merespons perubahan dengan lebih cepat sekaligus mengonsumsi daya lebih rendah dibandingkan sensor Hall tradisional.
