unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Simulasi Kedua Jakarta Vertical Run 2026 Diikuti Atlet Elite
News

Simulasi Kedua Jakarta Vertical Run 2026 Diikuti Atlet Elite

Peserta simulasi Jakarta Vertical Run menaiki tangga Menara Autograph
Simulasi Kedua Jakarta Vertical Run 2026 Diikuti Atlet Elite
A A Ukuran Teks16px

Jakarta Vertical Run 2026 menggelar simulasi untuk menguji kesiapan peserta sebelum perlombaan utama pada 14-15 November.

Kegiatan ini menggabungkan lari di jalanan dan pendakian tangga gedung pencakar langit.

Simulasi kedua berlangsung pada Minggu (11/10), setelah simulasi pertama pada September.

Peserta memulai dengan lari sejauh 3 kilometer di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Setelah itu, mereka melanjutkan latihan dengan menaiki tangga Menara Autograph.

Menara Autograph, Thamrin Nine, merupakan bangunan tertinggi di Indonesia dengan lebih dari 2.120 anak tangga hingga lantai 106.

Rute perlombaan mencakup area sky deck dan observatorium UP at Thamrin Nine.

Peserta perlu mempersiapkan kekuatan otot kaki, mengatur pernapasan, serta membangun ketahanan fisik dan mental.

Dukungan medis dan pengujian teknis

Simulasi ini melibatkan kerja sama Autograph Tower, RS Jakarta, dan Dispora DKI Jakarta.

RS Jakarta memberikan dukungan medis untuk mengantisipasi risiko cedera selama latihan.

"Kami siapkan lima ambulance, lima tim dokter, ada tim perawat juga fisiotherapist.

Terlebih karena ada kegiatan menaiki anak tangga jadi pastinya yang kita harus antisipasi, harus lihat yang paling banyak itu cedera olahraga.

Bisa cedera tegang kaki, cedera lutut itu yang paling utama yang harus jadi perhatian," jelas dr. Adrian Tarigan dari RS Jakarta.

Panitia juga menguji sistem pelepasan peserta atau wave start.

Petugas marshal ditempatkan di setiap lima lantai untuk membantu pengawasan dan menjaga kelancaran jalur pendakian.

Pada gelombang pertama yang diikuti atlet elite dan gelombang kedua untuk pelari umum, peserta dilepas dengan jeda 15 detik.

Sementara itu, gelombang ketiga dan keempat menerapkan interval lima detik untuk setiap peserta.

Salah satu hasil menonjol adalah catatan peserta tercepat yang mencapai lantai 26 dalam waktu empat menit.

Latihan kekuatan jadi bekal pendakian

Attila Daffa Yaghi termasuk peserta yang mampu menyelesaikan pendakian 26 lantai dalam empat menit.

Pengalaman mengikuti simulasi membuatnya menilai latihan khusus diperlukan karena karakter lari vertikal berbeda dari kompetisi lari di jalanan.

"Untuk Jakarta Vertical Run, saya lebih fokus ke strength training karena saya biasanya dulu ikut lari di jalanan.

Saya tertantang ikut vertical run. Setelah mencoba simulasi 26 lantai.

Saya merasa perlu latihan strength seperti squat dan penguatan kaki. Juga harus latihan endurance," ujar Daffa.

Menurut Daffa, tantangan utama tidak hanya terletak pada jumlah anak tangga, tetapi juga kondisi saat berlari di tangga darurat dan perubahan elevasi yang terus meningkat.

"Kalau lomba lari di jalanan kan oksigennya banyak, kalau ini kan menaiki tangga darurat yang tentu oksigennya terbatas.

Kedua elevasinya sangat berasa apalagi nanti sampai lantai 106. Tadi baru 26 lantai sudah pada engap," tegas Daffa.

Jakarta Vertical Run diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta.

Ajang ini disebut sebagai kompetisi resmi Towerrunning World Association (TWA) pertama di Indonesia dan menjadi bagian dari program sport tourism untuk mengembangkan aktivitas olahraga perkotaan.

Perlombaan ini juga diselenggarakan dalam rangkaian hari jadi Jakarta dan mengusung lima abad Jakarta.

Elwi, Strategic Head Jakarta Vertical Run, menyampaikan bahwa simulasi kedua diikuti sekitar 200-250 peserta.

"Kebetulan tower run di Indonesia juga sudah diakui oleh tower run dunia ya, jadi kita akan menggelar tower run pertama kali di Indonesia nanti pada 15 November.

Kebetulan event ini juga diselenggarakan dalam rangkaian hari jadi dan juga mengusung lima abad Jakarta. Peserta di simulasi Minggu ini ada sekitar 200-250 peserta.

Nantinya pada saat acara 15 November nanti sudah ada sekitar 800 peserta yang mendaftar dari 20 negara" jelas Elwi sebagai Strategic Head Jakarta Vertical Run.

Dengan target sekitar 800 peserta dari 20 negara, Jakarta Vertical Run 2026 dipersiapkan melalui latihan lintasan, pengujian sistem pelepasan, serta dukungan pengawasan dan layanan medis.

Seluruh aspek tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi pendakian hingga lantai 106 Menara Autograph.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru