Hang Seng Indexes Company (HSIL) akan memperluas Hang Seng TECH Index (HSTECH) dari 30 menjadi 50 saham mulai 7 Desember 2026.
Langkah ini diambil untuk memperluas representasi industri teknologi di bursa Hong Kong sekaligus menyesuaikan kriteria pemilihan saham dengan pertumbuhan perusahaan dan kebutuhan likuiditas pasar.
Menurut laporan HSIL yang diterbitkan pada 7 Oktober, jumlah perusahaan teknologi yang tercatat di Hong Kong mencapai 271 pada akhir Agustus 2026.
Angka itu meningkat lebih dari 80% dibandingkan 146 perusahaan pada 2020.
Penawaran umum perdana (IPO) di sektor teknologi informasi juga mencapai 48 dalam delapan bulan pertama 2026, dua kali lipat dari 24 IPO sepanjang 2025.
Caixin Global melaporkan pada 8 Oktober bahwa daftar 50 saham penyusun indeks baru akan diumumkan pada 20 November.
Perombakan tersebut dilakukan ketika HSTECH telah turun 24% sepanjang 2026 dan menghadapi kritik karena dinilai belum cukup memberikan eksposur terhadap sektor teknologi perangkat keras.
Metodologi Baru dan Syarat Likuiditas
Dalam metodologi baru, HSIL akan memilih 40 perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar dan 10 perusahaan lainnya berdasarkan pertumbuhan penjualan selama 12 bulan sebelumnya.
Perusahaan yang memenuhi syarat harus menjadi anggota Hang Seng Composite LargeCap & MidCap Index, sementara persyaratan sektoral yang berlaku saat ini akan dihapus.
Menurut HSIL, perubahan tersebut juga mempertimbangkan peningkatan dana yang mengikuti produk investasi berbasis HSTECH.
Nilai aset kelolaan produk yang melacak indeks itu meningkat dari HK$11,77 miliar atau US$1,5 miliar pada 2020 menjadi HK$291,16 miliar atau US$37,1 miliar pada September 2026.
HSIL menyatakan bahwa perluasan jumlah saham dapat memperluas representasi pasar teknologi yang tercatat di Hong Kong.
"Hal ini menunjukkan bahwa memperluas HSTECH melampaui 30 konstituen saat ini dapat memberikan representasi pasar yang lebih luas," kata HSIL dalam laporannya.
Perusahaan yang masuk melalui mekanisme seleksi baru juga harus memenuhi ambang batas likuiditas, termasuk rata-rata nilai transaksi harian selama tiga bulan minimal HK$100 juta.
Sementara itu, perusahaan yang dipilih melalui jalur pertumbuhan penjualan wajib membukukan penjualan minimal HK$500 juta pada masing-masing dari dua tahun keuangan terakhir.
HSIL menjelaskan bahwa persyaratan tersebut diperlukan untuk menjaga efisiensi pelacakan indeks oleh pengelola dana.
Saham dengan kapitalisasi pasar kecil atau nilai transaksi harian rendah berpotensi menyulitkan replikasi indeks secara efisien.
"Memasukkan perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil atau nilai transaksi harian rendah dapat menyulitkan pengelola dana untuk melacak indeks secara efisien," demikian penjelasan HSIL dalam laporan tersebut.
Perubahan metodologi juga mencakup penataan ulang enam tema teknologi menjadi Digital Platforms & Solutions, Artificial Intelligence, Advanced Hardware, Robotics & Automation, Cloud, serta Frontier Technologies.
Jumlah subtema akan bertambah dari 16 menjadi 24, termasuk infrastruktur kecerdasan buatan, komputasi kuantum, penyimpanan energi baru, dan material.
Komposisi perusahaan teknologi di Hong Kong juga mengalami pergeseran.
Menurut data HSIL, perusahaan internet dan e-commerce mencakup 31,3% dari jumlah saham dalam kelompok teknologi pada Juni 2026, turun dari 53,7% pada akhir 2021.
Sebaliknya, porsi tema Autonomous meningkat dari 9,0% menjadi 32,1%, sedangkan tema Digital naik dari 13,4% menjadi 18,8% pada periode yang sama.
Simulasi HSIL menggunakan data peninjauan indeks kuartal kedua menunjukkan bahwa metodologi baru dapat meningkatkan cakupan kapitalisasi pasar HSTECH terhadap keseluruhan kelompok saham bertema teknologi dari 85% menjadi 91%.
Median pertumbuhan penjualan konstituen juga diperkirakan meningkat dari 14% menjadi 21%.
Penyesuaian metodologi akan diterapkan dalam peninjauan indeks untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, sedangkan perubahan komposisi saham dijadwalkan berlaku pada penyeimbangan ulang indeks pada Desember.
