unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Nominasi Piala Citra FFI 2026: Ghost in The Cell Pimpin dengan 12 Nominasi
Hiburan

Nominasi Piala Citra FFI 2026: Ghost in The Cell Pimpin dengan 12 Nominasi

Ilustrasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2026
Nominasi Piala Citra FFI 2026: Ghost in The Cell Pimpin dengan 12 Nominasi
A A Ukuran Teks16px

Daftar lengkap nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2026 telah diumumkan pada Senin (12/10) dari Gedung Produksi Film Negara (PFN) Jakarta melalui siaran langsung di YouTube.

Film Ghost in The Cell menjadi peraih nominasi terbanyak dengan 12 nominasi, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Penulis Skenario Asli Terbaik untuk Joko Anwar.

Na Willa menyusul dengan 10 nominasi, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik, Penulis Skenario Adaptasi Terbaik untuk Ryan Adriandhy, serta Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Luisa Adreena.

Para Perasuk meraih sembilan nominasi, sedangkan Semua Akan Baik-baik Saja, Monster Pabrik Rambut, dan Operasi Pesta Copet masing-masing mengantongi tujuh nominasi.

Nominasi Film Animasi Panjang Terbaik tidak dibacakan karena hanya ada satu film yang mendaftar pada tahun ini.

Tahun ini terkumpul 531 karya dari seluruh Indonesia yang melewati proses seleksi dan penjurian ketat.

Karya tersebut terdiri dari 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, 1 film animasi panjang, 5 animasi pendek, 57 animasi pendek, 20 dokumenter panjang, 73 dokumenter pendek, dan 110 kritik film.

Penilaian dilakukan oleh 85 anggota Akademi Citra dan 35 perwakilan dari 13 organisasi profesi perfilman.

Festival Film Indonesia 2026 mencakup 23 kategori dan 4 penghargaan khusus, yaitu film terlaris, film pilihan penonton, aktor pilihan penonton, dan aktris pilihan penonton.

Malam puncak penganugerahan Piala Citra FFI 2026 akan digelar pada November 2026.

Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026

Film Cerita Panjang Terbaik: Dopamin, Ghost in The Cell, Na Willa, Operasi Pesta Copet, Para Perasuk.

Sutradara Terbaik: Bernardus Raka (Nobody Loves Kay), Edwin (Monster Pabrik Rambut), Joko Anwar (Ghost in The Cell), Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya), Wregas Bhanuteja (Para Perasuk).

Pemeran Utama Pria Terbaik: Abimana Aryasatya (Ghost in The Cell), Angga Aldi Yunanda (Para Perasuk), Ardit Erwandha (Tunggu Aku Sukses Nanti), Mathino Lio (Badut Gendong), Nicholas Saputra (Tukar Takdir).

Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Christine Hakim (Semua Akan Baik-baik Saja), Luisa Adreena (Na Willa), Marsha Timothy (Tukar Takdir), Meriam Bellina (Senin Harga Naik), Shenina Cinnamon (Dopamin).

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Aming (Ghost in The Cell), Didik Nini Thowok (Monster Pabrik Rambut), Kristo Imanuel (Operasi Pesta Copet), Teuku Rifnu Wikana (Dopamin), Yoga Pratama (Ghost in The Cell).

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Kawai Labiba (Operasi Pesta Copet), Lydia Kandou (Ikatan Darah), Maudy Ayunda (Para Perasuk), Raihaanun (Semua Akan Baik-Baik Saja), Sarah Sechan (Tunggu Aku Sukses Nanti).

Penulis Skenario Asli Terbaik: Evelyn Aprilia (Tunggu Aku Sukses Nanti), Joko Anwar (Ghost in The Cell), Rino Sarjono & Edy Khemod (Operasi Pesta Copet), Teddy Soeria Atmadja (Dopamin), Wregas Bhanuteja & Defi Mahendra & Alicia Angelina (Para Perasuk).

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Johanna Wattimena & Bernardus Raka (Nobody Loves Kay), Mouly Surya (Tukar Takdir), Ryan Adriandhy (Na Willa).

Film Dokumenter Panjang Terbaik: A Distorted Individual, I Saw Her in Motion, Planet of Love, The Last Supper (Whisper), Tonggo Gedhek.

Film Dokumenter Pendek Terbaik: Discordia, Mae Menjaga Masjid, Murdijati Gardjito, Shard Objects, Sino.

Film Animasi Pendek Terbaik: Calabai, Drowned in Internet, Enigma Wajah Arca, Nyanyian di Angkringan, Stories of Sahaba: Tahlah Ibn Ubaydullah - The Living Martyr.

Film Cerita Pendek Terbaik: Amelia, Amelia; Dihapus dari Peta; Malam Sepanjang Nafas; Mothers are Mothering; αLPα.

Pengarah Sinematografi Terbaik: Gunnar Nimpuno, I. C.

S (Para Perasuk), Ical Tanjung, I. C.

S (Ghost in The Cell), Vera Lestafa, I. C.

S (Dopamin), Yadi Sugandi (Na Willa), Yudi Datau, I. C.

S (Semua Akan Baik-baik Saja).

Pengarah Artistik Terbaik: Ahmad Zulkarnaen & Wahyu Efata (Ikatan Darah), Dennis Sutanto (Ghost in The Cell), Menfo Tantono (Monster Pabrik Rambut), Ong Hari Wahyu & Edy Wibowo (Para Perasuk), Rini Sri Handayani (Na Willa).

Penata Efek Visual Terbaik: Abby Eldipie & Kalvin Irawan (Ghost in The Cell), Bintang Adi Pradana & Harris Reggy (Monster Pabrik Rambut), David A Widya P, Concetta CFX & Dalang Digital Studio (Na Willa), Gaga Nugraha Ramadhan (Badut Gendong), Mattebox Visualworks (Abadi Nan Jaya).

Penyunting Gambar Terbaik: Aline Jusria (Dopamin), Aline Jusria (Operasi Pesta Copet), Cesa David Luckmansyah (Semua Akan Baik-baik Saja), Hendra Adhi Susanto (Senin Harga Naik), Ryan Purwoko (Tunggu Aku Sukses Nanti).

Penata Suara Terbaik: Arief Budi Santoso & Fajar Yuskemal (Abadi Nan Jaya), Fery Setiawan (Semua Akan Baik-baik Saja), Siti Asifa Nasution & Satrio Budiono (Na Willa), Sutrisno & Satrio Budiono (Para Perasuk), Waim Ahmad Fahreizi & Andre Harihandoyo (Tunggu Aku Sukses Nanti).

Penata Musik Terbaik: Aghi Narottama (Ghost in The Cell), Aria Prayogi & Rahardian Winursito (Badut Gendong), Yennu Ariendra (Para Perasuk), Yudhi Arfani & Zeke Khaseli (Nobody Loves Kay), Yudhi Arfani & Zeke Khaseli (Tukar Takdir).

Pencipta Lagu Tema Terbaik: Alvin Witarsa (Semua Akan Baik-baik Saja), Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa & Anindyo Baskoro (Sikilku Iso Muni - Na Willa), Ipang Lazuardi (Tandeman - Operasi Pesta Copet), Sal Priadi (Kepala, Pundak, Kerja Lagi - Monster Pabrik Rambut), Tony Dwi Setiaji & Joko Anwar (The Town was Gone - Ghost in The Cell).

Penata Rias Terbaik: Aktris Handradjasa (Ikatan Darah), Astrid Sambudiono (Rias Efek) & Albasirun Ucok (Abadi Nan Jaya), Eva Sheba (Monster Pabrik Rambut), Gunawan Saragih, Prio Prabu & Cherry Irawan (Rias Efek) (Badut Gendong), Novie Ariyanti (Ghost in The Cell).

Penata Busana Terbaik: Astrid Rosiana Ishak (Na Willa), Gemailla Gea Geriantiana (Badut Gendong), Gizza Ossiatzki (Operasi Pesta Copet), Monika Paska (Ghost in The Cell), Muthiara A Revana (Monster Pabrik Rambut).

Karya Kritik Film Terbaik: Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri (2024) - Gladhys Elliona; Dunia Setinggi Mata Na Willa - Sony Triantoro; Kerja-kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya - Yulaika Romadhani; Meankolia dalam Aruna dan Lidahnya - Anton Kurnia; Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku - I Ngurah Gede Adi Putra.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru