AMD resmi mengumumkan mini PC terbarunya, AMD Ryzen AI Halo Developer Platform, yang membawa kapasitas memori besar untuk kebutuhan pengembang model kecerdasan buatan.
Perangkat ini ditenagai platform Gorgon Halo melalui prosesor Ryzen AI Max Pro 495 dan mampu menampung memori terintegrasi hingga 192 GB RAM.
Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas alokasi memori grafis yang dapat mencapai 160 GB VRAM khusus untuk unit pengolah grafis Radeon 8065S.
Peningkatan Kapasitas Memori dan VRAM
Dibandingkan pendahulunya, Strix Halo, yang terbatas pada RAM 128 GB, platform Gorgon Halo mendukung unified memory hingga 192 GB.
Kenaikan kapasitas RAM sebesar 50 persen ini dibarengi dengan optimasi alokasi VRAM yang lebih luas.
Pengguna dapat membagi hingga 160 GB dari total memori terintegrasi sebagai VRAM khusus untuk kartu grafis terintegrasi Radeon 8065S.
Kenaikan alokasi VRAM hingga 66 persen ini krusial bagi aktivitas inference model bahasa alami berskala besar.
Model AI yang membutuhkan ruang VRAM ekstra besar dapat dimuat sepenuhnya ke dalam memori lokal, menekan latency saat proses pembuatan prompt maupun output teks.
Kehadiran perangkat ini menjadi langkah strategis AMD dalam persaingan perangkat keras AI lokal berskala ringkas, berhadapan dengan ekosistem Nvidia RTX Spark.
Bagi insinyur software dan pengembang large language model, kapasitas memori seluas ini membuka ruang menjalankan model AI berukuran raksasa secara lokal tanpa bergantung pada infrastruktur server cloud.
Di sektor pemrosesan utama, prosesor Ryzen AI Max Pro 495 memberikan peningkatan kecepatan eksekusi tugas harian dan pemrosesan multi-ulir dibandingkan generasi Strix Halo terdahulu.
Struktur pemrosesannya dirancang khusus untuk menangani alur kerja intensif secara simultan.