unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Poin Pertama Jadi Target Villarreal dan Napoli di La Cerámica
News

Poin Pertama Jadi Target Villarreal dan Napoli di La Cerámica

Pertandingan Villarreal melawan Napoli di Liga Champions
Poin Pertama Jadi Target Villarreal dan Napoli di La Cerámica
A A Ukuran Teks16px

Villarreal menjamu Napoli di Stadion La Cerámica pada Selasa, 13 Oktober 2026, dalam pertandingan kedua fase liga Liga Champions.

Kedua tim mengincar poin pertama setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka.

Villarreal sebelumnya kalah 2-3 dari Borussia Dortmund, sedangkan Napoli takluk 0-1 dari Arsenal.

Kekalahan tersebut membuat pertemuan di Spanyol menjadi kesempatan penting bagi kedua klub untuk memperbaiki posisi mereka dalam persaingan fase liga.

Allegri Waspadai Kekuatan Villarreal

Pelatih Napoli Massimiliano Allegri menilai Villarreal sebagai lawan yang sulit ditaklukkan, terutama karena kemampuan organisasi permainan dan pertahanan mereka.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketelitian serta keseimbangan tim demi mengumpulkan poin yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi Eropa.

"Kami menghadapi pertandingan yang sangat sulit. Villarreal memang memulai musim dengan tidak mudah, tetapi sekarang mulai bangkit.

Mereka tampil luar biasa di Madrid, dan itu bukan perkara mudah.

Bermain di sini sulit, ini Liga Champions, tetapi kami harus mendapatkan poin agar tetap berada dalam kompetisi hingga Maret.

Kami harus bermain dengan cermat," ujar Allegri.

Allegri menilai Villarreal memiliki dua bek tengah berkualitas yang mampu membangun serangan dari belakang, ditambah pemain sayap yang berbahaya.

Menurutnya, Napoli perlu menjaga keteraturan permainan dan menghindari kehilangan bola yang dapat membuka peluang bagi lawan.

Pelatih asal Italia itu juga menegaskan bahwa formasi bukan satu-satunya faktor penentu hasil pertandingan.

Ia menyebut kondisi pemain sebagai pertimbangan penting dalam menentukan susunan tim, termasuk kemungkinan menurunkan Scott McTominay yang baru pulih dari masalah kebugaran.

"Jika ada yang menjamin kemenangan dengan bermain menggunakan tiga atau tujuh pemain dalam formasi tertentu, itu persoalan lain.

Intinya bukan di situ," kata Allegri saat membahas pendekatan taktis.

Ia turut memberikan dukungan kepada Lorenzo Lucca yang sedang menghadapi masa sulit.

Allegri menilai penyerang tersebut memiliki kualitas untuk berkembang dan kembali mencetak gol, serta menyebutnya sebagai salah satu andalan lini depan bersama Rasmus Højlund.

Untuk posisi penjaga gawang, Allegri memastikan Vanja Milinković-Savić akan bermain setelah pulih dari cedera.

Dari kubu tuan rumah, pelatih Íñigo Pérez menempatkan kesiapan mental sebagai salah satu faktor utama menjelang pertandingan.

Dalam keterangan yang dikutip EFE melalui Yahoo Noticias, ia mengatakan Villarreal perlu mengelola tekanan dengan lebih baik setelah kehilangan poin dalam sejumlah pertandingan sebelumnya.

"Menurut saya, aspek mental selalu sangat penting, tetapi besok hal itu menjadi sangat mendasar," ujar Íñigo Pérez.

Pelatih Villarreal tersebut menyoroti pertandingan melawan Betis dan Deportivo sebagai contoh ketika timnya kesulitan mengendalikan situasi emosional.

Ia juga menilai kecemasan kembali muncul saat Villarreal kebobolan melawan Real Madrid di Santiago Bernabéu, meskipun timnya merasa masih mampu bersaing.

"Lebih baik kami menjalani pertandingan yang kurang baik dari sisi strategi pelatih atau teknik pemain daripada mengalami masalah dari sisi mental," kata Íñigo Pérez.

Ia menambahkan bahwa Villarreal membutuhkan energi dan performa fisik yang kuat setelah menjalani pertandingan melawan Real Madrid hanya dua hari sebelumnya.

Keputusan mengenai susunan pemain akan mempertimbangkan kondisi kebugaran, sementara penyelesaian akhir tetap menjadi aspek yang perlu diperbaiki.

Catatan pertemuan kedua klub menunjukkan persaingan yang relatif seimbang.

Menurut data yang dihimpun OneFootball, keduanya telah bertemu enam kali dalam kompetisi UEFA sebelum pertandingan ini, dengan masing-masing meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang.

Di Liga Europa, Villarreal belum pernah kalah dari Napoli, dengan dua kemenangan dan dua hasil imbang serta agregat gol 4-2.

Namun, catatan mereka di Liga Champions berbeda karena kalah dalam dua pertemuan sebelumnya pada musim 2011/2012, dengan agregat 0-4.

Dalam susunan pemain yang dilaporkan AS menjelang pertandingan, Villarreal menurunkan Luiz Júnior, Mouriño, Pau Navarro, Veiga, Carlos Romero, Gueye, Comesaña, Saliba, Gerard Moreno, Moleiro, dan Mikautadze.

Napoli memasang Milinković-Savić, Rrahmani, Rafa Marín, Badiashile, Politano, Gilmour, McTominay, Di Lorenzo, Giovane, Kevin De Bruyne, dan Højlund.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru