unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Babak Pertama Arsenal vs Lille Berakhir 0-0 di Emirates
News

Babak Pertama Arsenal vs Lille Berakhir 0-0 di Emirates

Pertandingan Arsenal melawan Lille di Liga Champions 2026-2027
Babak Pertama Arsenal vs Lille Berakhir 0-0 di Emirates
A A Ukuran Teks16px

Arsenal belum mampu memecah kebuntuan saat menjamu Lille pada matchday kedua Liga Champions 2026-2027. Babak pertama berakhir 0-0 di Stadion Emirates, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.

Tim asuhan Mikel Arteta mendominasi penguasaan bola sejak awal. Serangan dibangun melalui sisi lapangan yang diisi Eberechi Eze dan Noni Madueke.

Meski lebih menguasai permainan, Arsenal belum menghasilkan banyak ancaman serius. Pertahanan Lille mampu membatasi ruang bagi para pemain tuan rumah.

Lille memilih pendekatan bertahan. Strategi itu sempat membuahkan hasil ketika Ayase Ueda mencetak gol pada menit ke-24, tetapi dianulir karena offside.

Arsenal mendapat peluang melalui Guimaraes setelah menerima umpan Timber pada menit ke-20. Namun, tembakannya masih melebar dari sasaran.

Mikel Merino juga menekan dengan tendangan keras. Kiper Lille, Berke Ozer, tampil sebagai penghalang dan mengamankan bola.

Berke Ozer kembali menunjukkan perannya saat menahan percobaan Lewis-Skelly. Bola yang diterima Merino belum mampu dikonversi menjadi gol.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Dalam lima menit pertama, kedua tim masih mencari celah dengan tempo seimbang dan minim peluang berbahaya.

David Raya mencatatkan rekor khusus dalam laga ini. Ia menjadi kiper dengan penampilan terbanyak di Liga Champions bersama Arsenal, yakni 38 pertandingan, menyamai David Seaman.

Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, belum dimainkan. Pelatih Ancelotti masih mempercayakan posisi bek kiri kepada Romain Perraud.

Menjelang akhir babak pertama, Lille kembali mendapat tekanan. Berke Ozer menepis tendangan Guimaraes dan mengamankan bola lanjutan yang mengarah kepada Gyokeres.

Babak pertama ditutup tanpa gol. Skor sementara Arsenal kontra Lille tetap 0-0 setelah kedua tim gagal memanfaatkan peluang.

Arsenal memiliki inisiatif menyerang lebih besar. Lille mengandalkan organisasi pertahanan untuk meredam tekanan sepanjang babak pertama.

Memasuki babak berikutnya, Arsenal masih berpeluang meningkatkan intensitas serangan. Lille tetap menjaga peluang melalui permainan bertahan dan serangan balik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru