Kreator sekaligus showrunner Mike Flanagan membocorkan rencana menggarap musim kedua serial Carrie.
Serial adaptasi novel horor Stephen King itu dipastikan belum menemui titik akhir.
Keputusan tersebut muncul setelah Flanagan mengubah nasib tragis karakter utama di akhir musim pertama.
Berbeda dari novel terbitan 1974 dan film terdahulunya, Carrie White tidak tewas dalam tragedi pesta prom.
Karakter yang diperankan Summer H. Howell itu justru berhasil meloloskan diri dari Kota Chamberlain berkat bantuan Emaline (Thalia Dudek).
Ia pun membuka lembaran hidup baru.
Alasan Ending Season 1 Dibuat Menggantung
Flanagan mengungkapkan bahwa akhir Carrie season 1 memang sengaja dibuat menggantung sejak awal.
Perubahan alur cerita itu disebut menjadi salah satu alasan Stephen King antusias menyetujui adaptasi ini.
"Kami sangat ingin fokus sampai ke bingkai terakhir musim ini, untuk mengantisipasi jika serial ini hanya berlangsung satu musim dan kami tidak pernah kembali ke dunia ini lagi," ujar Flanagan.
"Kami ingin menuntaskan busur cerita itu dan melepas kisahnya dengan benar," tuturnya seperti diberitakan People pada Jumat (9/10).
"Namun, saya memang memikirkan bahwa ada potensi besar untuk mengembangkannya lebih jauh, dan kami ingin menyisakan ruang untuk hal itu," lanjutnya.
Flanagan tak menampik keinginannya melanjutkan kisah Carrie ke musim kedua apabila mendapat lampu hijau dari pihak studio.
"Dalam skenario impian, saya pikir akan sangat keren [untuk melanjutkan ceritanya]. Saya belum pernah melakukan itu.
Dan kami tentu saja mencoba menyisakan bahan-bahan di sana agar hal itu bisa terwujud," tuturnya.
Meski begitu, Flanagan menegaskan prioritas utamanya tetap memberikan penutup yang memuaskan bagi penonton ketika layar berubah gelap di akhir episode.
"Prioritas kami adalah membuatnya bisa memuaskan semaksimal mungkin saat layar menjadi gelap, tetapi juga membiarkan Carrie White pergi ke dunia luar, terlepas dari apakah kami diizinkan untuk mengikutinya lagi atau tidak.
Kami pikir dia pantas mendapatkan itu," jelasnya.
Terpisah, Summer H. Howell buka suara mengenai kondisi karakternya di akhir musim pertama.
Ia menuturkan bahwa karakter Carrie berada dalam kondisi yang sangat hancur pascatragedi prom.
"Dia terluka secara fisik, dia sangat terluka secara mental, dan terbiasa mengalami trauma emosional yang berat," kata Howell.
"Jika dia memiliki masa depan, saya berharap dia bisa kembali ke dirinya yang ceria, sosok Carrie yang ingin pergi ke sekolah dan merasakan hal-hal baru," tuturnya.
Di samping itu, Flanagan membeberkan alasannya menghadirkan karakter baru bernama Emaline di malam pesta prom.
Kehadiran Emaline memicu spekulasi mengenai apakah Carrie merupakan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas kehancuran tersebut.
"Dalam buku, Stephen King menunjuk ke dunia yang lebih luas di sekitar Carrie. Carrie adalah bagian dari persaudaraan wanita berbakat yang jauh lebih besar.
Dia hanya tidak pernah hidup cukup lama dalam adaptasi lainnya untuk menyadari hal itu," paparnya.
Flanagan menilai kehadiran Emaline penting agar penonton tidak memandang Carrie semata-mata sebagai sosok monster yang kejam.
"Salah satu hal yang mulai saya yakini adalah bahwa sebagian besar tragedi di dunia ini memiliki banyak 'penulis', dan itu sesuatu yang ingin diselami serial ini," ia menegaskan.
