Seorang insinyur OpenAI ditangkap setelah alat perekam tersembunyi ditemukan di ruang rapat perusahaan. Penangkapan itu dilakukan pada Jumat, sepekan setelah perangkat tersebut ditemukan.
Karyawan tersebut diidentifikasi sebagai Abdulrahman Alfozan, warga negara Arab Saudi berusia 35 tahun. Ia menghadapi tuduhan menggunakan perangkat elektronik untuk menyadap komunikasi lisan.
Pengaduan pidana diajukan di pengadilan federal San Francisco. Alfozan menjalani sidang pertamanya pada Selasa dan dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 19 Oktober.
Perangkat Canggih Ditemukan di Ruang Rapat Eksekutif
Perangkat perekam itu ditemukan pada 30 September.
Alat tersebut disembunyikan dalam tisu toilet dan dimasukkan ke port USB di belakang televisi di ruang rapat eksekutif.
OpenAI menyebut perangkat itu canggih, dirancang menghindari deteksi, serta dilengkapi enkripsi lanjutan dan kemampuan pemantauan audio. Perusahaan melaporkan temuan itu kepada FBI dan memecat karyawan tersebut.
Juru bicara OpenAI menyatakan perusahaan menggunakan model mereka untuk memahami perangkat itu dan asal-usulnya. Dari situ mereka mengidentifikasi seorang karyawan yang menanamnya beberapa hari sebelumnya.
OpenAI juga menyatakan tidak ada indikasi individu tersebut mengakses atau mengeksfiltrasi bobot model, kode sumber, maupun data pelanggan secara tidak semestinya.
Perusahaan mengaku memiliki bukti bahwa karyawan itu berencana menempatkan alat penyadap lain di bagian lain gedung kantor. Tujuannya merekam rapat-rapat di sana.
Rekaman CCTV dan Barang yang Ditinggalkan
Ruang rapat tempat perangkat ditemukan belum memiliki kamera pengawas saat alat itu dipasang.
Namun rekaman CCTV di dalam kantor menunjukkan Alfozan berada di dekat ruang rapat hampir selusin kali pada bulan lalu.
Ia disebut tidak memiliki wewenang mengakses ruang tersebut atau mengikuti rapat di sana. Perusahaan kemudian menambahkan kamera di ruangan itu.
Kamera baru itu pekan lalu merekam Alfozan masuk dan memeriksa bagian belakang televisi tempat perangkat perekam dipasang. Hal itu diungkap FBI.
Pengaduan juga menuduh Alfozan memakai alat produktivitas untuk mencari alamat gedung perusahaan, ruang rapat, kapasitas ruang rapat, dan kalender.
Beberapa hari sebelum penangkapan, ia meninggalkan tas tanpa pengawasan di ruangan lain.
Saat dibuka oleh personel OpenAI, tas itu berisi dompet, identitas, dan perangkat perekam lain yang mirip dengan yang ditemukan di ruang rapat.
Jaksa Agung Todd Blanche menyebut dugaan upaya warga Arab Saudi mencuri komunikasi sensitif dari OpenAI ditangani sangat serius.
Menurutnya, pencurian kekayaan intelektual yang melibatkan teknologi super intelligence menimbulkan ancaman serius bagi keamanan nasional.
Belum jelas apakah Alfozan memiliki pengacara yang dapat berbicara atas namanya. Investigasi FBI masih berlangsung dan OpenAI menyatakan akan terus mendukungnya.
