unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pasokan Diesel Rusia dan Konflik Timur Tengah Gerakkan Harga Minyak
News

Pasokan Diesel Rusia dan Konflik Timur Tengah Gerakkan Harga Minyak

Ilustrasi pergerakan harga minyak global Brent dan WTI
Pasokan Diesel Rusia dan Konflik Timur Tengah Gerakkan Harga Minyak
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak global bergerak beragam pada akhir perdagangan Selasa (13/10/2026) waktu Amerika Serikat atau Rabu pagi WIB.

Pergerakan ini dipengaruhi potensi tambahan pasokan diesel Rusia dan kekhawatiran gangguan energi di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent untuk kontrak terdekat turun 96 sen atau 0,9 persen menjadi 105,69 dollar AS per barrel.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS naik 40 sen atau 0,4 persen menjadi 94,14 dollar AS per barrel.

Penurunan Brent terjadi setelah harga komoditas tersebut ditutup pada level tertinggi sejak 15 September 2026 pada perdagangan sebelumnya.

Adapun WTI mencapai penutupan tertinggi sejak 24 September 2026.

Faktor Pendorong Pergerakan Harga

Pasar mencermati kesepakatan ekspor diesel Rusia ke Amerika Serikat yang berpotensi menambah pasokan energi global.

Kremlin menyatakan tidak melihat hubungan langsung antara kesepakatan itu dan sikap Moskow dalam perundingan perdamaian Ukraina.

Menurut data energi AS, Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga dunia pada 2025 setelah AS dan Arab Saudi.

Sanksi terhadap energi Rusia sebelumnya turut menopang penguatan harga minyak sejak invasi Ukraina pada 2022.

Kesepakatan yang mengakhiri perang Rusia-Ukraina berpotensi membuka peluang peningkatan ekspor energi Rusia.

Namun, pasar masih menunjukkan ketidakpastian karena kontrak berjangka diesel AS naik sekitar 5 persen pada perdagangan Selasa.

Gangguan pasokan energi juga dipicu meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Kelompok Houthi di Yaman menyatakan Arab Saudi melakukan serangan terhadap ibu kota Yaman, Sanaa, setelah peringatan terkait lokasi depot minyak.

Ketegangan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan jalur pengiriman minyak di kawasan Teluk.

Sebelumnya, serangan terhadap fasilitas energi dan kapal tanker juga dilaporkan terjadi di kawasan tersebut.

Sebelum perang antara AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari 2026, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati Selat Hormuz.

Jalur itu menjadi titik penting perdagangan minyak dunia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru