Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan kritik tajam terhadap duet bek tengah Harry Maguire dan Lisandro Martinez.
Ia menilai keduanya tidak memiliki kualitas untuk membawa MU menjuarai Premier League.
Kritik ini muncul setelah MU mengawali musim dengan hasil mengecewakan. Tim hanya mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan pertama.
Catatan tersebut menjadi awal musim terburuk klub dalam 40 tahun terakhir sejak Michael Carrick dipercaya menangani tim secara permanen.
Tekanan meningkat setelah MU bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur. Tottenham yang berada di dasar klasemen mampu mendominasi permainan.
Kritik Scholes terhadap Lini Belakang MU
Dalam podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes menyoroti hasil pertandingan tersebut. Ia juga mempertanyakan efektivitas perekrutan pemain MU.
Scholes membandingkan perkembangan tim dengan klub lain yang memperkuat skuad. Ia menyinggung Elliot Anderson yang direkrut Manchester City pada musim panas.
Menurut Scholes, pemain seperti Anderson dapat meningkatkan kualitas Manchester City. Namun, ia tidak yakin pemain yang didatangkan MU mampu membuat tim lebih baik.
Scholes menilai sektor bek tengah menjadi kelemahan utama MU. Masalah di posisi itu belum terselesaikan selama beberapa tahun terakhir.
Ia meragukan kemampuan duet Maguire dan Martinez membawa MU juara. "Manchester United tidak akan pernah menjuarai Premier League dengan duet tersebut," tegas Scholes.
Scholes juga mengkritik kelemahan Martinez dalam duel fisik. Ia menilai gol Tottenham terjadi karena Martinez kalah dalam duel tersebut.
Scholes menganggap MU perlu perubahan lebih luas di lini belakang. Ia menyebut tim membutuhkan empat bek baru.
Catatan pertandingan memperkuat sorotan terhadap duet Maguire dan Martinez. Keduanya tampil bersama dalam lima pertandingan liga.
Dalam lima pertandingan tersebut, MU belum mencatatkan satu pun nirbobol dan sudah kebobolan tujuh gol. Tim juga hanya meraih satu kemenangan.
Pada laga pembuka melawan Hull City, MU mengalami kekalahan. Hasil ini menambah tekanan pada lini pertahanan yang dinilai rapuh.
