unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Primaya Hospital Jadi yang Pertama di Asia Tenggara Adopsi Bedah Robotik SHURUI
Hiburan

Primaya Hospital Jadi yang Pertama di Asia Tenggara Adopsi Bedah Robotik SHURUI

Ilustrasi teknologi bedah robotik SHURUI di Primaya Hospital Kelapa Gading
A A Ukuran Teks16px

Primaya Hospital Group mencatat sejarah sebagai institusi medis pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System.

Teknologi bedah robotik buatan Beijing Surgerii Robotics Company Limited ini resmi beroperasi di Primaya Hospital Kelapa Gading, Jakarta.

Langkah ini terwujud melalui kolaborasi strategis antara Primaya Hospital, Lynas Medikal, dan Surgerii Robotics yang diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Jawaban atas Tingginya Pasien Berobat ke Luar Negeri

Inisiatif penguatan fasilitas bedah dalam negeri ini menjadi respons terhadap tingginya angka masyarakat yang berobat ke luar negeri.

Data Kementerian Kesehatan RI bersama Kemenko PMK pada 2025 mencatat sekitar satu juta warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun, dengan mayoritas berasal dari Jakarta.

Tindakan operasi menempati urutan kedua layanan medis yang paling banyak dicari pasien tersebut.

Adopsi teknologi mutakhir yang diimbangi peningkatan keahlian tenaga medis lokal diharapkan mampu membendung aliran pasien ke luar negeri.

Langkah ini juga diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat tujuan layanan kesehatan di tingkat regional.

CEO Primaya Hospital Group, Leona A.

Karnali, menegaskan kehadiran sistem bedah robotik ini merupakan strategi prioritas untuk memperluas jangkauan pembedahan minimal invasif di Indonesia.

Pemilihan teknologi SHURUI didasari rekam jejak inovasi yang terus berkembang serta efisiensi dan fleksibilitasnya dalam mendukung kebutuhan klinis harian.

Cara Kerja dan Keunggulan Sistem SHURUI

Secara teknis, SHURUI Robotic Single-Port Surgical System memanfaatkan instrumen pergerakan fleksibel menyerupai ular yang dipadukan dengan pemindaian endoskopi visual 3D.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada kemampuannya melakukan tindakan bedah kompleks hanya melalui satu lubang sayatan tunggal (single-port).

Penggunaan akses tunggal tersebut memberikan dampak positif berupa minimnya bekas luka operasi serta proses pemulihan yang lebih nyaman bagi pasien.

Perangkat medis ini dirancang untuk mendukung berbagai bidang spesialisasi, mulai dari urologi, ginekologi, bedah umum, hingga bedah toraks.

SHURUI telah mengantongi izin resmi di Tiongkok dan sertifikasi CE di Eropa.

Dukungan penuh disampaikan Fifi Zhang selaku Overseas Operational Manager Surgerii Robotics yang mengapresiasi kemitraan perdana di Asia Tenggara ini.

Pihaknya berkomitmen terus mendampingi pengembangan bedah minimal invasif melalui program pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi klinis secara konsisten.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru