Persib Bandung meraih kemenangan 1-0 atas The Cong-Viettel pada laga Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026).
Gol tunggal Mariano Peralta melalui tendangan penalti pada menit ke-45 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan diwarnai dua kartu merah.
Tambahan tiga poin membuat Persib mengoleksi enam poin dan menempati posisi teratas klasemen Grup E, di depan Melbourne Victory yang mengumpulkan empat poin.
Jalannya Pertandingan
Persaingan antara Persib dan The Cong-Viettel berlangsung keras selama 90 menit.
Tingginya intensitas duel membuat wasit asal Uni Emirat Arab, Ahmed Darwish, mengeluarkan dua kartu merah kepada pemain dari kedua kesebelasan.
Gelandang The Cong-Viettel Paulinho Curua menerima kartu merah pada menit ke-67. Sementara itu, kapten Persib, Marc Klok, menyusul keluar dari pertandingan setelah mendapat kartu merah pada menit ke-74.
Situasi tersebut membuat Persib harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Meski menghadapi tekanan hingga laga berakhir, tim asal Bandung itu mampu mempertahankan keunggulan yang dibangun melalui gol Peralta.
Apresiasi Igor Tolic
Pelatih kepala Persib, Igor Tolic, menilai komunikasi dan kemampuan pemain menjalankan strategi sebagai faktor penting di balik kemenangan tersebut.
Ia juga melihat suasana positif di ruang ganti sebagai modal bagi tim menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Menurut Tolic, para pemain mampu menyusun rencana bersama, menjaga koordinasi, kemudian menerapkannya ketika pertandingan berlangsung. Keselarasan tersebut menjadi salah satu aspek yang membantunya membawa tim meraih hasil maksimal.
"Ya setelah tiga hari terakhir, terdapat begitu banyak aura positif di ruang ganti. Para pemain saling berkomunikasi, mengorganisasi permainan," kata Tolic.
"Kami menyusun rencana bersama, mereka turun ke lapangan, mengeksekusi rencana tersebut, dan kami menang," paparnya.
Pelatih asal Kroasia berusia 48 tahun itu turut mengapresiasi kesungguhan para pemain dalam membela Persib.
Baginya, komitmen tersebut terlihat bukan hanya dari pemain yang berada dalam kondisi siap bertanding, melainkan juga dari sejumlah anggota skuad yang sedang mengalami cedera.
Keinginan para pemain untuk tetap berkontribusi dinilai mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan di dalam tim. Tolic menganggap karakter, kecerdasan, dan sikap para pemain sebagai hal yang membanggakan.
"Para pemain di ruang ganti, bahkan beberapa di antaranya yang sedang cedera pun tetap ingin bermain."
"Jadi kami memiliki kelompok pemain di ruang ganti yang membuat saya sangat bangga, dan saya rasa mereka luar biasa, sangat penting, berkepribadian baik, serta seperti yang saya sampaikan sebelumnya, orang-orang yang sangat cerdas," puji Tolic.
Semangat Juang di Tengah Jadwal Padat
Tolic juga menekankan bahwa hasil pertandingan tidak selalu berakhir dengan kemenangan.
Menurutnya, tim dapat mengalami kekalahan atau bermain imbang, sehingga sikap dan semangat yang ditunjukkan para pemain tetap menjadi bagian penting dalam menilai penampilan mereka.
Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga energi positif serta kebersamaan ketika menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Konsistensi dalam memperlihatkan daya juang menjadi salah satu hal yang ingin dipertahankan Persib.
"Saya pikir jika kami terus seperti ini, terkadang hasilnya seri, terkadang menang, dan terkadang kalah, tapi seperti yang saya katakan, saat Anda datang ke stadion, Anda hanya perlu melihat apakah semangat juang itu ada di sana," imbuhnya.
"Apakah kebersamaan itu ada, apakah rasa positif itu ada di sana, dan jika semuanya berjalan baik, maka semua orang patut berbangga terhadap tim ini," pungkasnya.
Posisi di Klasemen
Tambahan tiga poin dari kemenangan atas The Cong-Viettel membuat Persib mengoleksi enam poin dan menempati posisi teratas klasemen Grup E ACL 2 2026/2027.
Hasil tersebut menempatkan Maung Bandung di depan Melbourne Victory yang telah mengumpulkan empat poin.
Posisi tersebut menjadi hasil penting bagi Persib dalam persaingan fase grup.
Kemenangan di kandang sendiri sekaligus memperlihatkan kemampuan tim menjaga keunggulan meskipun pertandingan berakhir dengan jumlah pemain yang berkurang.