AS Monaco memulai kiprah di Liga Conference dengan kemenangan 2-1 atas CSKA Sofia di Bulgaria pada 15 Oktober 2026.
Gol Paris Brunner dan Ansu Fati pada babak pertama menjadi penentu hasil tersebut.
Pelatih Filipe Luis menilai perjuangan kolektif para pemain sebagai faktor penting dalam menghadapi tekanan tuan rumah.
Dilansir dari situs resmi AS Monaco, tim tamu mampu mengambil kendali permainan sejak awal dan mencetak gol dengan cepat.
Namun, tekanan CSKA Sofia membuat Monaco beberapa kali kehilangan penguasaan bola meskipun unggul dalam penguasaan permainan.
Monaco memperlebar keunggulan sebelum turun minum sehingga memiliki peluang untuk menjauh lebih besar.
CSKA Sofia kemudian mencetak gol balasan, membuat sisa pertandingan berlangsung lebih sulit bagi tim asal Prancis tersebut.
Filipe Luis Apresiasi Kerja Keras dan Rotasi Pemain
Filipe Luis mengakui bahwa intensitas permainan lawan sesuai dengan perkiraannya sebelum pertandingan.
Ia juga menyoroti keberanian CSKA Sofia menempatkan banyak pemain di lini depan untuk menekan pertahanan Monaco.
"Bagi saya, ini kemenangan besar. Saya sangat senang dengan usaha seluruh pemain yang terus berjuang sampai akhir," ujar Filipe Luis.
Pelatih asal Brasil itu juga menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah atas sambutan mereka serta kepada pendukung kedua klub.
Ia secara khusus memuji koreografi suporter CSKA Sofia ketika para pemain memasuki lapangan dan dukungan penggemar Monaco yang datang ke Bulgaria.
Rotasi pemain menjadi salah satu aspek penting dalam pertandingan tersebut.
Menurut Filipe Luis, Takumi Minamino, Mohammed Salisu, Ansu Fati, dan Christian Mawissa mendapat kesempatan bermain setelah sebelumnya absen atau jarang tampil.
Ia menilai kesempatan tersebut membantu para pemain membangun kembali kebugaran pertandingan sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap tim.
Minamino, misalnya, membantu Jordan Teze hingga mendekati kotak penalti, sedangkan Fati terus berlari sepanjang pertandingan sesuai kemampuannya.
"Kami melakukan beberapa perubahan dengan memasukkan pemain yang sudah lama tidak bermain, seperti Takumi Minamino, Mohammed Salisu, dan Ansu Fati.
Christian Mawissa juga kembali setelah absen dalam beberapa pertandingan.
Perubahan ini positif karena mereka mendapat kesempatan bermain, dan saya melihat mereka mengutamakan kepentingan tim," ujar Filipe Luis.
Paris Brunner juga mendapat perhatian khusus dari sang pelatih setelah mencetak gol dan menyumbangkan assist dalam pertandingan tersebut.
Filipe Luis menyebut penyerang muda itu sedang berada dalam kondisi yang sangat baik dan mampu mempertahankan intensitas kerja hingga akhir laga.
Menurut laporan situs resmi AS Monaco, Brunner tetap dimainkan meskipun harus menjalani hukuman larangan bermain di Ligue 1 pada akhir pekan.
Pelatih menilai penampilannya di Bulgaria menjadi kesempatan untuk menjaga kepercayaan diri pemain muda tersebut.
"Paris sedang berada dalam performa luar biasa. Ia mampu berlari sampai detik terakhir di setiap pertandingan.
Kali ini, ia banyak melakukan tekanan, mencetak gol, dan memberikan assist," ujar Filipe Luis.
Sebelum pertandingan, mantan penyerang Dimitar Berbatov telah memperingatkan Monaco agar tidak meremehkan CSKA Sofia.
Berbatov pernah memperkuat klub Bulgaria tersebut pada 1998-2001 dan membela Monaco pada 2013-2015, sehingga memiliki pengalaman bersama kedua tim.
Dalam wawancara dengan L'Équipe yang dikutip ladiagonale.
net pada 15 Oktober 2026, Berbatov menilai kekuatan kolektif menjadi salah satu ciri penting tim-tim dari kawasan Balkan.
Ia memperkirakan Monaco dapat menghadapi kesulitan jika tidak menghormati kemampuan lawannya.
"Biasanya, kita terbiasa mencari para pemain bintang.
Namun, di kawasan Balkan, senjata rahasianya terletak pada kekuatan kolektif, dan menurut saya CSKA adalah lawan yang harus diwaspadai Monaco.
Jika mereka meremehkan CSKA, mereka bisa mendapat masalah," ujar Berbatov.
Berbatov juga menyatakan keinginannya menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung dengan kecenderungan dukungan kepada CSKA Sofia, klub yang membawanya memasuki sepak bola profesional.
Meski demikian, ia mengenang masa bermainnya di Monaco sebagai periode yang membekas, termasuk keberhasilan klub tampil di Liga Champions dan kemenangan 3-1 atas Arsenal di Emirates Stadium.