unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Konser BIGBANG di Singapura Terganggu Kabut Asap, Promotor Rilis Instruksi Keselamatan
Hiburan

Konser BIGBANG di Singapura Terganggu Kabut Asap, Promotor Rilis Instruksi Keselamatan

Suasana konser BIGBANG di Singapura yang terdampak kabut asap
Konser BIGBANG di Singapura Terganggu Kabut Asap, Promotor Rilis Instruksi Keselamatan
A A Ukuran Teks16px

Konser BIGBANG di Singapura menjadi salah satu acara yang terdampak kabut asap kebakaran hutan di Indonesia.

AEG Presents Asia selaku promotor merilis instruksi khusus demi keselamatan penonton.

Konser grup legendaris asal Korea Selatan itu dijadwalkan berlangsung dua hari berturut-turut, pada Sabtu (17/10) dan Minggu (18/10) 2026 pukul 19.00 waktu setempat di National Stadium Singapura.

Instruksi Keselamatan dari Promotor

Melalui unggahan peringatan resminya, promotor menegaskan kondisi kabut asap rentan memengaruhi berbagai aktivitas penonton di luar ruangan.

Sejumlah langkah pencegahan pun harus segera diterapkan.

"Karena keselamatan dan kesehatan kalian adalah prioritas utama kami," tulis promotor.

"Kami harap kalian mendapatkan pengalaman yang aman dan menyenangkan!"

Untuk menekan risiko gangguan pernapasan, promotor sangat menyarankan pemegang tiket mengecek pembaruan kualitas udara sebelum berangkat ke stadion.

Penggemar yang sensitif terhadap paparan kabut asap juga dianjurkan memakai masker selama berada di luar ruangan.

Penonton diminta menjaga hidrasi tubuh dengan membawa botol air minum sendiri dari rumah.

Namun, penyelenggara melarang membawa botol berbahan kaca maupun baja ke dalam arena.

Fasilitas isi ulang air minum akan tersedia di dalam stadion.

AEG Presents Asia juga mengimbau penggemar BIGBANG merencanakan rute perjalanan dan waktu kedatangan secara cermat.

Tujuannya meminimalkan durasi waktu yang dihabiskan di ruang terbuka.

Mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus diingatkan membawa obat-obatan pribadi yang dibutuhkan.

Jika penonton mendadak merasa kurang sehat selama acara, promotor mewajibkan mereka segera mencari bantuan medis dari petugas yang bersiaga.

Kualitas Udara Singapura Memburuk

Beberapa netizen Indonesia hadir di kolom komentar dan meminta maaf kepada Singapura.

"Kami benar-benar minta maaf ya karena kabut asapnya," kata netizen.

"Sebagai warga Indonesia, saya mohon maaf," timpal yang lain.

"Maafin Indonesia ya abang kakak, semua negara jadi banyak terdampak," kata yang lain.

Berdasarkan data pantauan pada Kamis (15/10) pagi, tingkat polutan PM2.5 di kawasan tengah Singapura melonjak tajam ke angka 197.

Situasi lebih parah melanda wilayah barat yang mencatatkan Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam di level sangat tidak sehat, yakni menembus angka 209.

Angka itu menjadi yang terburuk sejak krisis asap 2015.

National Environment Agency (NEA) menyatakan kepulan asap tebal ini dipicu kebakaran di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan yang terbawa embusan angin tenggara.

Ancaman kabut asap di Singapura memicu kewaspadaan ekstra di berbagai sektor publik.

Formula 1 Grand Prix di Singapura juga menjadi salah satu yang terdampak hingga dikomentari pembalap.

Imbas memburuknya kualitas udara, otoritas olahraga setempat menutup sementara belasan fasilitas luar ruangan ActiveSG di wilayah barat, seperti Jurong East dan Clementi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru