Elgato resmi meluncurkan Wave Go, mikrofon lavalier wireless yang dirancang untuk kreator konten mobile.
Keunggulan utamanya, unit mic dapat dimasukkan ke grip berbentuk senter sehingga berubah menjadi mikrofon genggam.
Fitur ini memudahkan wawancara atau vlog di lapangan tanpa perlu membawa peralatan audio terpisah.
Desain ringan dan fleksibel
Wave Go menyasar YouTuber, podcaster, hingga jurnalis lapangan.
Bobotnya hanya 7 gram sehingga bisa dijepit di kerah baju atau kantong kemeja tanpa mengganggu penampilan.
Klip magnetiknya memudahkan pemasangan dan pelepasan berulang.
Paket Wave Go terdiri dari unit mikrofon mungil, receiver USB-C, charging case, dan grip genggam berbentuk senter.
Receiver USB-C dapat dicolokkan langsung ke smartphone atau perangkat lain.
Charging case berfungsi menyimpan sekaligus mengisi daya komponen melalui kontak internal.
Grip senter bukan sekadar aksesori kosmetik karena di dalamnya terdapat baterai tambahan.
Baterai itu mampu memberikan lima kali pengisian penuh untuk mikrofon, sehingga total daya tahan mencapai 48 jam.
Mikrofonnya sendiri tahan hingga 8 jam dalam sekali pengisian.
Jika baterai habis, cukup sambungkan ke charger selama 10 menit untuk mendapatkan tambahan satu jam penggunaan.
Untuk wawancara, mikrofon dapat dimasukkan ke grip dan digunakan seperti mic genggam konvensional.
Elgato juga menyediakan opsi membeli transmitter tambahan secara terpisah, sehingga dua mikrofon bisa terhubung ke satu receiver yang sama.
Ini cocok untuk wawancara dua arah tanpa perlu dua set receiver.
Spesifikasi dan daya tahan
Meski berukuran kecil, Wave Go membawa spesifikasi yang mumpuni.
Mikrofon ini menggunakan koneksi wireless ke receiver USB-C yang bisa langsung dicolok ke smartphone.
Aplikasi pendamping memungkinkan pengguna mengatur sensitivitas dan noise reduction sesuai kebutuhan.
Sayangnya, Elgato belum merinci berapa latensi yang dihasilkan atau codec apa yang digunakan.
Pihak pengembang juga belum mengumumkan detail lengkap tentang pola polar atau respons frekuensinya.