Maskapai Swiss menambah bahan bakar untuk penerbangan menuju Frankfurt pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Langkah ini diambil sebagai pencegahan menghadapi pasokan bahan bakar pesawat yang lebih terbatas di bandara tersebut.
Menurut Swiss, strategi ini hanya diterapkan pada rute Zürich-Frankfurt-Zürich dan Jenewa-Frankfurt-Jenewa. Bahan bakar untuk penerbangan kembali ke Swiss sudah diisi sejak keberangkatan dari Swiss.
"Swiss sudah menerapkan langkah ini, tetapi hanya pada rute Zürich-Frankfurt-Zürich dan Jenewa-Frankfurt-Jenewa. Kami sudah mengisi bahan bakar untuk penerbangan kembali di Swiss.
Ini murni langkah pencegahan," ujar juru bicara Swiss kepada aero. de.
Penyebab Gangguan Pasokan
Gangguan pasokan di Frankfurt berkaitan dengan kondisi air Sungai Rhein yang masih rendah. Menurut aero.
de, kondisi tersebut membuat lebih sedikit bahan bakar dialirkan ke bandara melalui terminal Main dari jaringan tangki.
Fraport juga menyebut pasokan melalui jaringan pipa terhambat oleh pekerjaan pemeliharaan yang telah dijadwalkan. Meski demikian, Lufthansa, Condor, dan Bandara Frankfurt menyatakan persediaan masih mencukupi untuk seluruh penerbangan.
Gangguan rantai transportasi juga memengaruhi pengiriman bahan bakar komersial ke Zürich, yang merupakan pusat operasi Swiss. Pemerintah Swiss kemudian membuka sebagian cadangan nasional untuk menopang pasokan.
Mulai Kamis hingga 1 November 2026, Bandara Zürich dan bandara Swiss lainnya dapat mengambil hingga 30.000 meter kubik bahan bakar langsung dari depot nasional.
Menurut aero. de, volume tersebut setara dengan hingga 6,5 persen dari cadangan minimum yang tersedia.
Swiss menyatakan langkah tambahan itu tidak mengubah kapasitas operasional penerbangannya. Maskapai memastikan penerbangan dari Zürich dan Jenewa tetap dapat mengisi bahan bakar tanpa pembatasan.
"Kami dapat menjalankan seluruh penerbangan kami. Di Zürich dan Jenewa, kami tetap dapat mengisi bahan bakar pesawat tanpa pembatasan.
Bahan bakar tambahan pada penerbangan kami ke Frankfurt juga tidak berdampak pada operasi penerbangan.
Kami dapat mengangkut jumlah penumpang dan jumlah kargo yang sama seperti sebelumnya," ujar juru bicara Swiss.
