Aktor Bollywood Imran Khan diminta meninggalkan India setelah ia bergabung dalam aksi protes yang menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum Gyanesh Kumar pada 10 Oktober lalu.
Permintaan itu disampaikan otoritas India kepada Imran Khan, yang diketahui merupakan warga negara Amerika Serikat.
Berdasarkan hukum India, keterlibatan warga negara asing dalam protes politik dapat dianggap sebagai pelanggaran aturan imigrasi dan visa.
Imran Khan diminta meninggalkan India paling lambat 28 Oktober.
Langkah otoritas India itu menegaskan bahwa keikutsertaan warga negara asing dalam unjuk rasa politik tidak bisa dianggap persoalan biasa.
Dalam kerangka aturan imigrasi dan visa, tindakan semacam itu berpotensi dinilai sebagai pelanggaran sehingga berujung pada permintaan agar yang bersangkutan meninggalkan wilayah India.
Kasus Imran Khan menyoroti bagaimana aktivitas politik di ruang publik dapat berbenturan dengan ketentuan keimigrasian bagi pemegang paspor asing.
Permintaan agar ia meninggalkan India paling lambat 28 Oktober menjadi penanda bahwa otoritas bergerak cepat setelah aksi protes yang menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum Gyanesh Kumar pada 10 Oktober lalu.
Status Imran Khan sebagai warga negara Amerika Serikat menjadi salah satu titik yang membuat persoalan ini berbeda dari keterlibatan warga lokal dalam demonstrasi.
Dengan tenggat 28 Oktober, keputusan otoritas India itu menutup rangkaian peristiwa yang bermula dari keikutsertaannya dalam unjuk rasa tersebut.