unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Utusan Korsel Kecam Serangan Houthi dan Desak Sanksi PBB Diperketat
News

Utusan Korsel Kecam Serangan Houthi dan Desak Sanksi PBB Diperketat

Duta Besar Korea Selatan untuk PBB Cha Ji-hoon berbicara dalam debat Dewan Keamanan PBB mengenai Timur Tengah
Utusan Korsel Kecam Serangan Houthi dan Desak Sanksi PBB Diperketat
A A Ukuran Teks16px

Korea Selatan mengecam serangan mematikan yang dilakukan pemberontak Houthi Yaman terhadap infrastruktur sipil dan pelayaran komersial di Laut Merah.

Duta Besar Korea Selatan untuk PBB Cha Ji-hoon menyampaikan kecaman itu dalam debat Dewan Keamanan PBB mengenai Timur Tengah, Kamis.

Ia mendesak Dewan Keamanan memperkuat sanksi untuk memutus pasokan senjata kepada kelompok Houthi.

"Kami mengecam serangan semacam itu dan menyerukan penghentian segera semua serangan terhadap warga sipil," kata Cha dalam debat tersebut.

"Kami menyerukan kepada dewan ini untuk memperkuat sanksi, untuk secara efektif memutus pasokan senjata kepada Houthi."

Cha menilai serangan Houthi yang menyasar infrastruktur sipil dan mengancam navigasi komersial di Laut Merah menimbulkan risiko berat bagi perdamaian global serta keamanan maritim dan energi.

Serangan tersebut termasuk dua serangan berturut-turut di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pekan lalu yang meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Serangan pertama pada Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang, sementara serangan kedua keesokan harinya menewaskan satu orang dan melukai 11 orang, menurut laporan media asing.

Kementerian Luar Negeri Seoul juga mengecam serangan itu pada Rabu, dengan menyatakan bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil sama sekali tidak dapat diterima.

Cha juga menyatakan keprihatinan atas ancaman berkelanjutan terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ia menyerukan upaya diplomatik baru untuk memastikan jalur aman melalui jalur air yang strategis tersebut.

"Serangan terhadap kapal dagang dan penerapan tarif tidak sah serta biaya diskriminatif sebagai syarat perdamaian tidak dapat diterima dan tidak konsisten dengan hukum internasional," kata Cha.

Terkait ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah, Cha mendesak semua pihak mematuhi komitmen mereka di bawah rencana perdamaian Gaza.

Ia juga menyerukan agar bantuan kemanusiaan ke Gaza dapat disalurkan tanpa hambatan dan permusuhan di Lebanon dihentikan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru