Apple resmi membuka pre-order iPhone Duo pada 16 Oktober 2026. Namun, stok yang tersedia sangat terbatas sehingga langsung habis dalam hitungan jam.
Di situs resmi Apple, tanggal pengiriman untuk perangkat lipat pertama mereka itu kini tertulis 22 Januari 2027.
Padahal, rencana awal pengiriman adalah 23 Oktober 2026 setelah sepekan masa pre-order.
Sejumlah pembeli mungkin masih mendapat unit pada tanggal tersebut. Namun, mayoritas pemesan harus bersabar menunggu jauh lebih lama.
Stok Terbatas di Berbagai Negara
Pengecekan di toko online Apple di beberapa negara menunjukkan hasil serupa.
Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, India, Australia, Selandia Baru, dan China semuanya menampilkan tanggal 22 Januari 2027.
Berbagai kombinasi warna dan kapasitas penyimpanan juga dicoba. Hasilnya tetap sama, tidak ada yang memiliki tanggal pengiriman lebih cepat.
Biasanya, varian termahal seperti 1TB dan 2TB memiliki ketersediaan lebih baik. Fakta bahwa varian ini pun ikut mundur menunjukkan betapa terbatasnya pasokan iPhone Duo secara keseluruhan.
Hal ini sekaligus mencerminkan tingginya permintaan terhadap perangkat lipat pertama Apple. Termasuk dari konsumen yang tidak terlalu mempersoalkan harga.
Peluang di Toko Fisik dan Ritel Pihak Ketiga
Konsumen masih bisa mencoba peruntungan di toko fisik Apple. Halaman online Apple menyebutkan "Pickup: Check back for availability on October 24".
Ada kemungkinan toko ritel pihak ketiga memiliki stok di luar alokasi yang disimpan Apple. Namun, jumlahnya belum dapat dipastikan.
iPhone Duo tersedia dalam pilihan warna Star White dan Night Sky.
Analis Jeff Pu sebelumnya memprediksi iPhone Duo akan sulit didapat tahun ini.
Menurutnya, hanya 6 juta unit yang akan diproduksi tahun ini, turun dari target awal 7 juta unit.
Sebagai perbandingan, Apple diperkirakan menjual total 72 juta unit iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max hingga akhir tahun ini.
Gelombang pertama pre-order iPhone Duo mencakup lebih dari 70 negara dan wilayah.
Termasuk Australia, Brasil, Kanada, China, Kolombia, Prancis, Jerman, India, Jepang, Malaysia, Meksiko, Singapura, Korea Selatan, Turki, UEA, Inggris, AS, dan Vietnam.
Tidak semua dari 70 negara tersebut diperiksa. Namun, kemungkinan besar stok di mana pun sudah habis.
