Membangun kekayaan lewat investasi bukan sekadar membeli saham murah.
Charlie Munger, mitra bisnis Warren Buffett selama puluhan tahun, menekankan kualitas perusahaan, kesabaran, pemahaman bisnis, dan pengendalian risiko.
Prinsip-prinsip tersebut turut membentuk strategi investasi Berkshire Hathaway, seperti dilansir dari Money.
Pendekatan Munger berangkat dari gagasan bahwa keputusan sederhana yang dijalankan konsisten dapat memberikan hasil dalam jangka panjang.
Ia juga menghindari strategi yang terlalu rumit dan keputusan yang dipengaruhi emosi.
Lima Prinsip Investasi ala Charlie Munger
Berikut lima prinsip yang dirangkum dari pandangan Munger.
Pertama, mengutamakan kualitas perusahaan dengan harga wajar. Harga saham rendah tidak selalu menunjukkan peluang investasi yang baik.
Investor perlu menilai kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan secara konsisten sebelum memutuskan untuk membeli sahamnya.
Pada awal kariernya, Warren Buffett mengikuti pendekatan Benjamin Graham yang berfokus pada saham perusahaan dengan harga jauh di bawah nilai wajarnya.
Strategi tersebut dikenal sebagai cigar butt, yakni membeli perusahaan murah yang masih menyisakan sedikit nilai untuk dimanfaatkan.
Charlie Munger kemudian mendorong perubahan pendekatan dengan mengutamakan perusahaan berkualitas tinggi yang dibeli pada harga wajar. Menurutnya, kinerja bisnis mendasari hasil investasi dalam jangka panjang.
Munger pernah mengatakan, "Dalam jangka panjang, sulit bagi saham untuk menghasilkan imbal hasil yang jauh lebih baik daripada bisnis yang mendasarinya."
Perusahaan yang memiliki keuntungan stabil dan mampu menginvestasikan kembali laba untuk mengembangkan bisnis berpotensi meningkatkan nilai investasinya.
Keunggulan seperti merek yang kuat serta kemampuan menaikkan harga tanpa kehilangan banyak pelanggan juga dapat membantu perusahaan mempertahankan posisinya.
Karena itu, penilaian terhadap kondisi bisnis perlu dilakukan sebelum mempertimbangkan harga saham. Saham yang terlihat murah belum tentu menguntungkan apabila perusahaan terus menghasilkan keuntungan rendah.
Kedua, memusatkan perhatian pada peluang terbaik. Diversifikasi membantu menyebarkan risiko dengan menempatkan dana pada berbagai aset.
Namun, Munger menilai penyebaran investasi secara berlebihan dapat membatasi potensi keuntungan ketika investor menemukan perusahaan yang benar-benar dipahami dan memiliki prospek menarik.
Dalam pidatonya di USC Business School pada 1994, Munger menyampaikan pandangannya mengenai pemanfaatan peluang investasi.
"Orang-orang bijak bertaruh besar ketika dunia menawarkan peluang tersebut. Mereka bertaruh besar ketika peluang berpihak kepada mereka.
Di luar itu, mereka tidak melakukannya. Sesederhana itu."
Prinsip tersebut menggambarkan pentingnya kesabaran dalam menunggu kesempatan yang sesuai dengan hasil analisis.
Ketika peluang berkualitas ditemukan, investor dapat mempertimbangkan alokasi dana yang lebih besar berdasarkan pemahaman terhadap bisnis dan risikonya.
Meski demikian, konsentrasi investasi bukan berarti menempatkan seluruh modal pada satu saham tanpa pertimbangan. Pilihan yang didasarkan pada penelitian mendalam berbeda dari keputusan mengikuti rekomendasi di media sosial.
Konsentrasi juga meningkatkan risiko kerugian jika perusahaan yang dipilih ternyata berkinerja buruk.
Ketiga, memberi waktu agar keuntungan berkembang. Kesabaran menjadi bagian penting dari strategi Munger.
Investor tidak harus terus-menerus melakukan transaksi untuk membangun kekayaan, sebab aktivitas jual beli dapat menimbulkan biaya perdagangan, pajak, dan keputusan emosional.
Munger merangkum pandangannya tentang pentingnya menunggu melalui pernyataan berikut. "Uang besar tidak dihasilkan dari membeli dan menjual, tetapi dari menunggu."
Setelah membeli perusahaan berkualitas dengan harga wajar, investor dapat mempertahankan saham selama bisnis tersebut masih memiliki prospek yang baik.
Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi pertumbuhan perusahaan untuk tercermin dalam nilai investasi dari waktu ke waktu.
Salah satu konsep yang berkaitan dengan strategi tersebut adalah bunga majemuk atau compounding. Mekanisme ini terjadi ketika keuntungan yang terkumpul ikut menghasilkan keuntungan tambahan pada periode berikutnya.
Pada tahap awal, pertumbuhan modal mungkin tampak lambat. Namun, akumulasi keuntungan dalam jangka panjang dapat memberikan pengaruh yang semakin besar terhadap nilai investasi.
Investor tetap perlu memantau kondisi perusahaan ketika pasar melemah.
Penurunan harga saham tidak selalu menunjukkan kerusakan bisnis, tetapi perubahan mendasar pada kinerja perusahaan juga tidak boleh diabaikan.
Kesabaran berarti menghindari keputusan terburu-buru, bukan menutup mata terhadap risiko.
Keempat, berinvestasi dalam bisnis yang dipahami. Munger dan Buffett tidak merasa harus mengikuti setiap tren investasi.
Mereka bersedia melewatkan peluang apabila tidak memahami cara perusahaan menghasilkan uang atau meragukan kemampuannya mempertahankan keuntungan.
Munger pernah menyatakan, "Mengetahui apa yang tidak Anda ketahui lebih berguna daripada menjadi orang yang brilian."
Gagasan ini dikenal sebagai circle of competence, yaitu lingkup industri atau jenis bisnis yang benar-benar dipahami oleh investor.
Pengetahuan yang mendalam mengenai suatu bidang dapat membantu seseorang menilai peluang sekaligus mengenali risiko yang mungkin muncul.
Investor tidak harus menguasai seluruh sektor untuk mengambil keputusan yang baik. Sebaliknya, membeli saham hanya karena populer tanpa memahami model bisnisnya dapat meningkatkan kemungkinan melakukan kesalahan.
Mengenali keterbatasan pengetahuan juga membantu investor menentukan kapan sebaiknya tidak mengambil keputusan. Modal dapat dipertahankan hingga tersedia peluang yang lebih sesuai dengan kemampuan analisis dan pemahaman bisnisnya.
Kelima, menghindari kesalahan yang dapat menggerus kekayaan. Selain mencari sumber keuntungan, investor perlu mengidentifikasi tindakan yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.
Munger menggunakan pendekatan inversion atau berpikir terbalik untuk menilai masalah dari sisi penyebab kegagalan. Ia kerap mengutip ungkapan matematikawan Jerman, Carl Jacobi, "Balikkan, selalu balikkan."
Dalam investasi, pendekatan tersebut berarti mempertimbangkan bukan hanya cara memperoleh keuntungan, tetapi juga faktor yang dapat merusak modal.
Dua risiko yang disoroti adalah penggunaan utang secara berlebihan dan pembelian aset ketika harga telah melonjak akibat euforia pasar.
Munger pernah mengatakan, "Sungguh luar biasa betapa besar keuntungan jangka panjang yang kami peroleh dengan berusaha secara konsisten untuk tidak melakukan kebodohan, alih-alih mencoba menjadi sangat cerdas."
Prinsip tersebut menempatkan pencegahan kerugian besar sebagai bagian penting dari pengelolaan investasi. Kemampuan menemukan saham yang menguntungkan perlu disertai disiplin untuk menghindari keputusan yang dapat menghapus modal.
Besarnya dampak kerugian dapat dilihat dari perhitungan sederhana.
Jika investasi senilai Rp 100 juta turun 50 persen menjadi Rp 50 juta, modal yang tersisa harus tumbuh 100 persen agar nilainya kembali menjadi Rp 100 juta.
Penggunaan pinjaman dapat memperbesar tekanan ketika harga aset menurun.
Investor yang memiliki kewajiban utang mungkin terpaksa menjual aset untuk memenuhi pembayaran, sehingga kehilangan kesempatan untuk memperoleh manfaat ketika kondisi pasar membaik.
Dengan memperhitungkan kemungkinan kerugian sejak awal, investor dapat mengambil keputusan yang lebih berhati-hati.
Tujuannya bukan menghilangkan seluruh risiko, melainkan menghindari kesalahan yang dampaknya dapat menghambat pertumbuhan kekayaan selama bertahun-tahun.
Konsistensi sebagai Dasar Investasi Jangka Panjang
Lima prinsip Charlie Munger saling berkaitan dalam membentuk pendekatan investasi yang disiplin.
Pemilihan perusahaan berkualitas, pemanfaatan peluang yang dipahami, kesabaran, pengenalan batas pengetahuan, dan pengendalian risiko menjadi unsur utama dalam strategi tersebut.
Penerapannya membutuhkan kemampuan menahan diri ketika pasar ramai dan tidak mudah mengikuti keputusan orang lain.
Investor juga perlu terus memperhatikan kondisi bisnis yang dimiliki agar keputusan mempertahankan atau melepas investasi tetap didasarkan pada pertimbangan yang relevan.
Pendekatan Munger menunjukkan bahwa membangun kekayaan tidak hanya berkaitan dengan mencari keuntungan terbesar.
Menjaga modal, memberikan waktu bagi bisnis berkualitas untuk berkembang, dan menghindari kesalahan yang merusak juga merupakan bagian penting dari investasi jangka panjang.