Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Senin, 19 Oktober 2026. Belasan wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, dan dua provinsi berstatus Siaga.
Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Keempat wilayah tersebut diminta mewaspadai dampak hidrometeorologi seperti banjir bandang, genangan, dan tanah longsor.
Aceh dan Sumbar Berstatus Siaga
Status Siaga berlaku untuk Aceh dan Sumatera Barat pada Senin ini. Peringatan tersebut menyusul catatan curah hujan ekstrem pada 13–15 Oktober 2026, ketika Aceh mencatat curah hujan harian mencapai 187 milimeter dan Sumatera Utara 95 milimeter per hari.
BMKG menyebut dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity turut memicu peningkatan aktivitas konvektif, terutama di Sumatera bagian utara dan barat serta sebagian Kalimantan.
Belasan Wilayah Berstatus Waspada
Selain itu, sejumlah wilayah masuk kategori Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat, yakni Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Hujan petir berpotensi mengguyur Padang dan Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Untuk wilayah perkotaan, BMKG memprakirakan hujan ringan berpeluang turun di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada sore hingga malam hari. Pada pagi hari, sebagian besar wilayah DKI Jakarta diprakirakan berawan tebal, lalu berangsur cerah berawan menjelang sore.
Siklon Tropis Campi Terpantau di Pasifik
Prakirawan BMKG juga memantau Siklon Tropis Campi yang berada di Samudra Pasifik bagian utara Papua Nugini dengan tekanan pusat 935 hPa dan kecepatan angin maksimum sekitar 194 kilometer per jam. Sistem tersebut bergerak ke arah barat laut dan memicu daerah konvergensi di Laut Filipina serta Samudra Pasifik utara Papua.
Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi BMKG, berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan ketika hujan intensitas tinggi, dan mewaspadai potensi genangan maupun longsor di wilayah rawan bencana.