Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dibuka melemah pada perdagangan Senin (19/10/2026). Harga saham GOTO turun 1 poin atau 4 persen ke level Rp24 per lembar pada pembukaan sesi pertama, melanjutkan tren pelemahan akhir pekan lalu.
Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), saham GOTO ditutup di level Rp25 per saham, melemah 7,41 persen. Tekanan jual terhadap saham emiten teknologi ini masih berlanjut di tengah laju IHSG yang juga dibuka melemah pagi ini.
Morgan Stanley Kurangi Kepemilikan Jadi 5,96 Persen
Salah satu sentimen negatif datang dari berkurangnya kepemilikan Morgan Stanley and Co. International PLC di GoTo. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/10/2026), porsi hak suara Morgan Stanley turun dari 6,103 persen menjadi 5,96 persen.
Perubahan itu terjadi setelah Morgan Stanley melakukan transaksi jual beli pada 12 Oktober 2026. Raksasa investasi asal Amerika Serikat itu menjual 1,75 miliar saham biasa GOTO dengan harga Rp29 per saham, sekaligus membeli 151,77 juta saham dengan harga Rp27 per saham. Secara neto, kepemilikan Morgan Stanley berkurang sekitar 1,60 miliar saham, dari 70,27 miliar menjadi 68,67 miliar saham.
Asing Catat Jual Bersih Rp1,6 Triliun
Tekanan terhadap GOTO bukan hanya datang dari Morgan Stanley. Investor asing tercatat membukukan jual bersih saham GOTO hingga Rp1,6 triliun sepanjang Oktober berjalan hingga 15 Oktober. Aksi jual asing berlangsung sejak awal bulan, dengan tekanan terbesar terjadi pada 2 Oktober yang mencapai Rp927,64 miliar, tertinggi di antara seluruh saham di BEI.
Pergerakan ini terjadi setelah BEI menurunkan batas harga minimum pasar reguler dan tunai menjadi Rp1 mulai 28 September 2026. Saham GOTO sempat menyentuh Rp37 selama dua hari berturut-turut, lalu turun ke Rp27 pada sesi I perdagangan 2 Oktober sebelum memantul ke Rp30.
Bayang-bayang Evaluasi MSCI
Di latar belakang, pelaku pasar masih mencermati nasib indeks saham Indonesia di mata MSCI. Penyedia indeks global itu membekukan sejumlah perubahan indeks sejak evaluasi Agustus 2026, dengan evaluasi berikutnya dijadwalkan 11 November 2026 dan berlaku efektif 1 Desember 2026.
Analis memperkirakan MSCI belum akan mencabut pembekuan tersebut karena persoalan transparansi kepemilikan dan free float yang belum tuntas. Saham GOTO sendiri menjadi perhatian karena free float-nya di atas 70 persen dan perusahaan telah membukukan laba sejak awal 2026, namun harga sahamnya masih berada di bawah Rp50.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp27 triliun, GOTO tetap menjadi salah satu saham paling aktif diperdagangkan di BEI. Investor disarankan terus memantau pergerakan pasar karena harga saham dapat berubah sewaktu-waktu.
