unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Pirunduk Artinya Apa dalam Bahasa Banjar? Ini Makna, Ilmu, dan Film Horornya
Hiburan

Pirunduk Artinya Apa dalam Bahasa Banjar? Ini Makna, Ilmu, dan Film Horornya

Pirunduk Artinya Apa dalam Bahasa Banjar? Ini Makna, Ilmu, dan Film Horornya
Foto: Rainforest Trust
A A Ukuran Teks16px

Istilah "pirunduk" belakangan ramai diperbincangkan setelah diangkat menjadi judul film horor Indonesia. Sebenarnya, pirunduk artinya apa dalam bahasa Banjar? Ternyata istilah ini merujuk pada salah satu jenis mantra tradisional masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan.

Arti Kata Pirunduk

Dalam bahasa Banjar, pirunduk berarti menundukkan atau menaklukkan. Istilah ini merujuk pada mantra atau ilmu yang dipercaya dapat menundukkan hati seseorang — kerap dikaitkan dengan upaya memikat atau meluluhkan perasaan orang yang dituju.

Bagian dari Mantra Tradisional Banjar

Pirunduk merupakan salah satu klasifikasi mantra dalam tradisi lisan masyarakat Banjar, sejajar dengan pitua, tatamba, dan tatulak. Mantra-mantra ini hidup dalam budaya tutur masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.

Kajian akademik mengenai tradisi ini pernah dimuat dalam jurnal arkeologi Banjarmasin pada 2011, yang menempatkan pirunduk sebagai bagian dari khazanah sastra lisan Banjar.

Dari Tradisi Lisan ke Layar Lebar

Kekayaan tradisi inilah yang kemudian menginspirasi dunia film. "Pirunduk" diangkat menjadi film horor Indonesia yang disutradarai Billy Christian, dengan skenario dan produser Budi Ismanto, serta dibintangi Aulia Sarah.

Tim produksi bahkan melakukan riset langsung ke Kalimantan Selatan untuk menggali akar budaya dan nuansa lokal yang menjadi latar cerita film tersebut.

Mengapa Menarik Perhatian?

Film horor berbasis tradisi lokal seperti ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya Nusantara — termasuk mantra dan kepercayaan masyarakat Banjar — memiliki daya tarik kuat sebagai bahan cerita.

Bagi penonton, film ini sekaligus menjadi pintu untuk mengenal lebih jauh khazanah budaya Banjar, tentu dengan catatan memisahkan unsur hiburan fiksi dari kepercayaan yang hidup di masyarakat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru