unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Konser Andrea Bocelli di Indonesia Menuai Polemik, Ini Sosok dan Kiprah Tenor Asal Italia Itu
Hiburan

Konser Andrea Bocelli di Indonesia Menuai Polemik, Ini Sosok dan Kiprah Tenor Asal Italia Itu

Konser Andrea Bocelli di Indonesia Menuai Polemik, Ini Sosok dan Kiprah Tenor Asal Italia Itu
Andrea Bocelli saat tampil di Global Awards 2018. • Classic FM
A A Ukuran Teks16px

SURABAYAINSIDE.com - Rencana kedatangan Andrea Bocelli ke Indonesia belum juga terlaksana, tetapi namanya sudah lebih dulu ramai dibicarakan. Tenor asal Italia itu dijadwalkan tampil di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, dan di Jakarta pada akhir Oktober 2026, namun rencana tersebut mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penolakan itu dituangkan MUI dalam surat bernomor Kep-111/DP-MUI/X/2026. Surat tersebut ditandatangani Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Sudarnoto A. Hakim bersama Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan.

Dalam suratnya, MUI menyebut penelusuran mereka menemukan keterkaitan sejumlah konser Bocelli di masa lalu dengan simpati terhadap Israel. Lembaga itu bahkan mengaitkannya dengan isu penggalangan dana bagi tentara Israel, IDF.

Perlu dicatat, hingga kini tudingan tersebut masih sebatas klaim. Belum ada bukti pendukung yang terverifikasi secara terbuka, dan belum ada tanggapan resmi dari pihak Bocelli, sehingga pembaca sebaiknya tidak langsung menarik kesimpulan.

Dari Lajatico ke Panggung Dunia

Bocelli lahir di Lajatico, Italia, pada 22 September 1958. Ia dikenal luas karena mampu memadukan musik klasik dengan lagu-lagu populer, kombinasi yang membuat namanya menembus pasar di banyak negara.

Jalan hidupnya tidak mudah. Penglihatannya terganggu sejak kecil akibat glaukoma kongenital, dan ia kehilangan penglihatan sepenuhnya pada usia 12 tahun setelah sebuah kecelakaan dalam pertandingan sepak bola.

Keterbatasan itu tidak menghentikannya menempuh pendidikan tinggi. Ia sempat mempelajari hukum dan bekerja sebagai pengacara, sebelum memutuskan berkarier penuh sebagai penyanyi. Keputusan itu terbukti tepat: album-albumnya terjual lebih dari 90 juta kopi di seluruh dunia dan ia kerap diundang tampil di acara-acara besar yang dihadiri para pemimpin dunia.

Yayasan dan Konser Harapan

Di luar panggung, Bocelli mendirikan Andrea Bocelli Foundation pada 2011. Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, dan disebut telah menghimpun lebih dari 54 juta euro untuk program sosial, mulai dari pembangunan sekolah di Haiti dan Italia, penyediaan air bersih, hingga dukungan layanan kesehatan. Yayasan ini juga terlibat dalam bantuan pascagempa Italia 2016 dan selama pandemi Covid-19 — rincian angka dan penyalurannya dapat dicek pada laporan resmi yayasan.

Salah satu penampilan Bocelli yang paling dikenang terjadi pada Paskah, 12 April 2020. Di tengah pandemi, ia bernyanyi sendirian di Katedral Duomo, Milan, dalam konser daring Music for Hope yang disaksikan jutaan orang dan menjadi simbol harapan kala itu.

Kini perhatian publik tertuju bukan pada suaranya, melainkan pada polemik yang menyertai rencana konsernya di Indonesia. Antara pernyataan MUI, bukti yang dapat diverifikasi, dan jawaban dari pihak Bocelli, ketiganya perlu dibedakan sebelum menilai persoalan ini.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru