unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kabut Asap Kalimantan Selimuti Singapura, Indeks PSI Sempat Tembus Level Tidak Sehat
News

Kabut Asap Kalimantan Selimuti Singapura, Indeks PSI Sempat Tembus Level Tidak Sehat

Kabut Asap Kalimantan Selimuti Singapura, Indeks PSI Sempat Tembus Level Tidak Sehat
Langit Singapura diselimuti kabut asap. (Foto: ibtimes.sg)
A A Ukuran Teks16px

Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan menyelimuti Singapura dalam sepekan terakhir. Indeks kualitas udara PSI sempat menembus level tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat indeks PSI 24 jam sempat berada di kategori sangat tidak sehat pada akhir pekan lalu. Puncak polusi terjadi Jumat lalu ketika Singapura dinobatkan sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia versi IQAir, disusul Kuala Lumpur di posisi kedua.

Asap yang menyelimuti negara kota itu berasal dari kebakaran di wilayah Kalimantan, Indonesia. Angin yang bertiup dari arah tenggara membawa asap melintasi Selat Karimata hingga ke Singapura dan sebagian Malaysia.

Sejumlah Acara Dibatalkan

Dampak kabut asap terasa pada aktivitas publik. Sejumlah agenda luar ruangan terpaksa dibatalkan, termasuk Purple Parade yang dijadwalkan Sabtu lalu serta ajang lari Great Eastern Women's Marathon. NEA mengimbau warga menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan tingkat polusi dan kondisi kesehatan masing-masing.

Ketika indeks PSI 24 jam mencapai kategori sangat tidak sehat, masyarakat yang sehat pun disarankan menghindari aktivitas fisik berat dan berkepanjangan di luar ruangan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita jantung dan paru-paru diminta mengambil langkah pencegahan ekstra.

Kondisi Mulai Membaik Senin Ini

Kabar baiknya, kualitas udara Singapura mulai membaik pada Senin (19/10/2026). Indeks PSI 24 jam turun ke level sedang di tiga dari lima wilayah — utara, selatan, dan timur — untuk pertama kalinya sejak 9 Oktober lalu. Pada pukul 13.00 waktu setempat, PSI berkisar 85 di wilayah utara hingga 118 di wilayah barat yang masih berstatus tidak sehat.

Prakiraan angin yang melemah dan berbelok dari tenggara atau selatan diharapkan semakin mengurangi pergerakan asap dari Kalimantan ke Singapura dalam beberapa hari ke depan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru