Honor memperkenalkan jajaran Honor WIN 2 sebagai lini smartphone gaming berperforma tinggi yang dirancang untuk pemain game mobile kompetitif.
Perangkat ini tidak hanya mengandalkan chipset kelas atas, tetapi juga menghadirkan tombol fisik khusus bernama WIN Key pada rangka samping bodi.
Tombol tersebut memungkinkan pengguna menyesuaikan getaran haptic dan responsivitas sentuhan secara instan tanpa harus membuka menu pengaturan di tengah permainan.
Tombol WIN Key dan Layar 185Hz
WIN Key yang terletak di bodi bagian bawah menjadi salah satu nilai jual utama Honor WIN 2.
Tombol ini menyediakan tiga tingkat pengaturan untuk umpan balik getaran serta sensitivitas layar, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi.
Selain itu, tombol fleksibel ini berfungsi untuk berpindah di antara lima mode efek pencahayaan RGB dan dapat dipetakan ulang sebagai tombol kontrol dalam game atau pengatur pola getaran kustom.
Pada sektor visual, Honor bekerja sama dengan Visionox untuk membekali seluruh varian Honor WIN 2 dengan layar beresolusi 2K.
Yang paling mencuri perhatian adalah dukungan refresh rate hingga 185Hz, sebuah rekor baru di industri smartphone.
Opsi kecepatan penyegaran ultra-tinggi ini sudah dioptimalkan untuk berjalan pada lebih dari 40 judul game populer.
Layar ini juga membawa teknologi PWM dimming tinggi mencapai 5.920Hz untuk mengurangi kelelahan mata saat bermain di kondisi redup.
Untuk input sentuhan, layar mendukung touch sampling rate hingga 5.000Hz serta reporting rate 520Hz untuk input sepuluh jari sekaligus.
Panel canggih ini telah mengantongi sertifikasi perlindungan mata TÜV Rheinland Global Eye Protection 6.0 dan bebas kedipan.
Dapur pacu Honor WIN 2 ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 yang dipadukan dengan arsitektur pendingin internal mumpuni.
Honor menyematkan sistem pendingin kipas ganda 3D pertama di industri, dengan masing-masing kipas mampu berputar hingga kecepatan 31.000 RPM.
Kombinasi kipas ganda ini diklaim mampu menurunkan suhu perangkat hingga 10 derajat Celsius hanya dalam kurun waktu 50 detik saat menerima beban kerja berat.