unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Kolaborasi Swatch dan Shinji Tsuchimochi Hadirkan Jam Ukiyo-e
Hiburan

Kolaborasi Swatch dan Shinji Tsuchimochi Hadirkan Jam Ukiyo-e

Jam tangan Swatch Destination Art edisi kolaborasi Shinji Tsuchimochi dengan konsep ukiyo-e futuristik
A A Ukuran Teks16px

Swatch kembali memperluas koleksi Destination Art lewat kolaborasi dengan ilustrator asal Tokyo, Shinji Tsuchimochi.

Kerja sama ini menghasilkan dua arloji quartz edisi khusus, Expressway to the Future dan Bridge to the Past.

Keduanya memadukan gaya seni cetak kayu tradisional Jepang atau ukiyo-e dengan elemen naratif modern seperti manga, anime, serta sentuhan impresionisme ala Vincent van Gogh dan Utagawa Hiroshige.

Koleksi ini ditawarkan dengan estimasi harga mulai Rp1,9 jutaan (¥16.500).

Swatch menyasar penikmat horologi eksentrik dan kolektor barang seni di seluruh dunia melalui dua desain dengan karakter estetik berlawanan.

Expressway to the Future dan Bridge to the Past

Model pertama, Expressway to the Future, menampilkan pemandangan kota Tokyo masa depan yang sarat warna cerah.

Pada bagian dial, sebuah taksi melayang digambarkan melaju menuju bulan di atas jalan layang bertingkat.

Jarum penunjuk jam dan menit dirancang unik berbentuk kilatan petir berwarna kuning menyala, menciptakan kontras tegas di atas latar belakang gambar yang riuh.

Arloji ini menggunakan cangkang berukuran diameter 41 mm berwarna biru tua.

Ilustrasi berwarna-warni tidak berhenti di area penunjuk waktu, melainkan berlanjut memenuhi seluruh permukaan tali jam.

Dari sisi teknis, perangkat ini digerakkan oleh mesin quartz presisi dengan ketahanan air hingga 3 bar (30 meter).

Ukuran 41 mm memberikan proporsi tegas dan mantap saat melingkar di pergelangan tangan pria maupun wanita yang menyukai jam tangan berukuran medium-besar.

Berbeda dengan saudaranya yang futuristik, model Bridge to the Past membawa pendekatan lebih lembut dan klasik.

Visual jam tangan ini terinspirasi oleh lanskap jembatan era Edo dan suasana malam musim panas Jepang yang dimeriahkan oleh letupan kembang api.

Elemen warna transparan pada desain ini merefleksikan estetika gantungan angin tradisional (furin), memberikan kesan ringan dan sejuk secara visual.

Variasi ini memiliki ukuran cangkang 34 mm yang lebih ringkas.

Swatch memanfaatkan bahan berbasis hayati (biosourced material) untuk memproduksi bagian cangkang serta kaca pelindungnya (biosourced glass).

Di balik kaca jernih tersebut, tersemat jarum jam berwarna emas elegan yang melintasi gambar kembang api.

Sama seperti versi metropolitan, model ini dibekali gerakan quartz yang efisien dan fitur ketahanan air 3 bar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru